Simak! Analisis Rhenald Kasali soal Toko Buku Gunung Agung Tutup

Toko buku Gunung Agung.
Sumber :
  • Instagram

"Jadi tiap tahun pasar buku itu beda-beda, dan toko buku itu tidak bisa lagi sebesar seperti dulu. Jadi ukuran tokonya dikecilkan dan pilihannya diperbanyak. Seperti alat musik, alat sekolah, alat kantor, dan lain sebagainya," kata Rhenald.

img_title IPMG Gandeng FKM UI Cetak Talenta Farmasi Berbasis Riset

Dia bahkan membandingkan dengan eksistensi Gramedia, yang disebut masih cukup adaptif dalam membaca tren dan pasar di industri perbukuan Tanah Air. Terlebih, Gramedia juga dinilai telah banyak melakukan perubahan pada strategi bisnis mereka, sehingga secara konsep dan tampilan pun mereka bisa terus berkembang seiring perubahan tren dan zaman.

"Gramedia di Matraman itu kan tidak jauh dari Kwitang tempat Toko Buku Gunung Agung berada, dan itu dia sampai sekarang tetap bisa ramai karena mereka (Gramedia) bisa menyesuaikan. Meskipun kalau dilihat di dalam toko Gramedia itu sudah berubah dan tidak seperti dahulu. Jadi strategi bisnis memang sangat perlu," ujar Rhenald.

img_title Kemenko PM dan UI Perkuat Sinergi Riset Hadapi Tantangan Middle Income Trap

Minat Baca Buku Tidak Menurun

Rhenald Kasali

Photo :
  • Instagram
img_title 7.000 Pelari Bakal Ramaikan UI Half Marathon

Mengenai apakah tutupnya seluruh outlet Toko Buku Gunung Agung ini terkait dengan minat baca masyarakat yang disebut-sebut menurun, Rhenald pun membantah hal tersebut. Menurutnya, saat ini minat baca masyarakat justru tengah kembali melonjak, karena minat penulis juga sedang naik. Artinya, jika minat penulis naik, maka minat baca juga berarti naik.

Walaupun, lanjut Rhenald, saat ini yang umumnya dibaca masyarakat itu semakin pendek, akibat 'attention spend' masyarakat yang juga makin singkat. Dimana sebelumnya mereka bisa menonton YouTube sampai 1 jam, namun sekarang hanya 7 menit. Begitupun dengan tren tontonan video Tik Tok yang trennya hanya 1 menit dan semakin pendek.

"Maka orang- orang saat ini hanya mencari tulisan-tulisan yang ringan dan yang ada ringkasan, atau tulisan yang bisa bercerita dan menarik. Jadi minat baca turun terhadap buku-buku yang memang tidak menarik, masyarakat memang lebih kritis dan lebih punya pilihan," kata Rhenald.

"Maka, apa yang terjadi dengan Toko Buku Gunung Agung ini sepertinya memang terkait dengan strategi bisnis, dan kemampuan adaptasi terhadap perubahan zaman," ujarnya.

Sejumlah mantan aktivis mahasiswa dari berbagai organisasi nasional bergabung DPP Gema Keadilan periode 2026–2031

Eks Ketua KAMMI, BEM UI hingga BEM SI Masuk Jajaran Pimpinan Organisasi Sayap PKS

Sejumlah mantan aktivis mahasiswa dari berbagai organisasi nasional kini bergabung dalam kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gema Keadilan periode 2026–2031.

img_title
VoxPop.co.id
19 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut