Kampung Kopi Konservasi, Cara PLN Indonesia Power Jaga Pasokan Listrik PLTA Mrica
- Dok. PLN IP.
Jakarta – PLN Indonesia Power Mrica PGU terus berkomitmen menjaga keandalan pasokan listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Mrica. Caranya dengan terus menjaga kualitas air pada aliran Sungai Serayu sekaligus memberdayakan masyarakat sekitar.
Upaya itu dilakukan lewat Kampung Kopi Konservasi yang mengimplemestasikan konsep Creating Shared Value atau CSV, di mana konsep ini akan menguntungkan bagi masyarakat dan korporasi. Tak hanya penting bagi keandalan pembangkit, di mana air Sungai Serayu digunakan sebagai penggerak turbin PLTA Mrica, namun juga untuk menjaga ekosistem di Sungai Serayu.
Terletak di ketinggian 1300-1500 mdpl, Desa Pegundungan menghasilkan kopi dengan brand Kopi Senggani dengan jenis varian unggulannya yaitu arabika yang memiliki cita rasa yang khas.
Kopi Senggani pun kini dikenal sebagai Kopi Konservasi, yaitu kopi yang dihasilkan dari budidaya kopi dengan mengutamakan pelestarian atau perlindungan kawasan yang diterapkan oleh petani. Selain mampu mengurangi erosi tanah yang mengakibatkan sedimentasi di waduk Mrica, konsep ini juga dapat meningkatkan nilai ekonomi bagi petani sekaligus sebagai tempat edukasi budidaya kopi berbasis agro eduwisata di Banjarnegara, Jawa Tengah.
Senior Manager Mrica Power Generation Unit (PGU), PS Kuncoro menjelaskan, program ini dilakukan secara bertahap dan melalui banyak penelitian sebelum pada akhirnya terwujud Kampung Kopi Konservasi yang berguna bagi lingkungan dan juga kesejahteraan masyarakat.
“Sebelum adanya program kampung kopi konservasi, di Desa Pegundungan ini rata-rata lahannya digunakan untuk menanam kentang dan sayuran, kita tau bahwa ini sangat berpotensi menambah laju sedimentasi,” ujar Kuncoro dikutip dalam keterangan tertulis, Rabu, 12 Juli 2023.
PLTA atau pembangkit hidro.
- PLN
Ia menjelaskan, dari studi yang dilakukan dengan menggandeng para ahli di bidangnya, Mrica PGU bergerak memberikan pelatihan dan pendampingan.
"Hingga akhirnya terwujud Desa Pegundungan sebagai Kampung Kopi Konservasi yang merupakan pengembangan dari Program Sekolah Lapangan yang diinisiasi sejak tahun 2009,” lanjut Kuncoro.
Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) KLHK RI, Sigit Reliantoro mengatakan Kampung Kopi Konservasi binaan PLN IP Mrica PGU ini merupakan salah satu contoh implemestasi konsep Creating Shared Value atau CSV di mana konsep ini akan menguntungkan bagi masyarakat dan korporasi.
