Contoh Wali Songo, Insan Madani Sukses Tingkatkan Ekonomi Pesantren
- Istimewa/VoxPop
Dalam mengembangkan potensi ekonomi pesanatren, DSA Insan Madani bersama Astra bersama mendorong produk DSA menuju pasar yang luas baik dalam maupun luar negeri.
Kegiatan Insan Madani Sukses Tingkatkan Ekonomi Pesantren
- Istimewa/VoxPop
"Dan memberi rutin pelatihan business matching, seminar, dan program pesantren sehat," jelasnya.
Binaan DSA Insan madani sempat menjadi juara 3 DSA. Sebut saja Pondok Pesantren Al-Azhar Alalich Mughny (AAM) di Kabupaten Malang.
Mayoritas penduduk di sekitar persantren bekerja sebagai petani, peternak (sapi, ayam potong dan ayam petelur), perikanan darat dan pedagang, dis amping itu juga terdapat banyak warganya yang berprofesi sebagai pengerajin. Seperti pengrajin anyaman tikar, pengerajin anyaman tampah, serta ada sebuah kampung yang mayoritas penduduknya bekerja sebagai pengrajin kerupuk/opak, sehingga disebut sebagai kampung opakan.
Untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, program pengembangan ekonomi masyarakat kawasan pedesaan di kecamatan ini masih sangat diperlukan. Pesantren AAM sebagai salah satu pusat peradaban masyarakat di kawasan, memiliki potensi dan peran penting dalam mendukung dan meningkatkan perekonomian masyarakat desa.
"Beberapa jaringan usaha AAM juga bekerjasama dengan masyarakat sekitar, baik sebagai mitra kerja, tenaga kerja maupun jaringan pemasaran. Potensi produk unggulan kawasan pedesaan sekitar AAM yang dapat dikembangkan seperti peternakan ayam petelur, pertanian dan industri kreatif kerajinan dan makanan ringan," jelas Gus Indra.
Kegiatan Insan Madani Sukses Tingkatkan Ekonomi Pesantren
- Istimewa/VoxPop
Selain Pesantren di Malang, ada juga Pesantren Darul Mujahaddah Al Waliyyah dari Takengon Aceh. Yang memproduksi kopi. Berkat pembinaan, produk kopi di sana menembus pameran di Amsterdam, Belanda. Juga, seperti Pesantren Al Barokah, Salatiga, yang membudidayakan beras organik berbasis digital farming pertama di Indonesia. Yang mendapat buyer dan investor dari Inggris.
"Di tengah aktivitas kami memperkenalkan produk mereka dan bertemu denga salah satu investor dari Belanda," cetusnya.
Man Yazro Yahsud pepatah arab yang berarti “Siapa yang menanam, Dia yang akan menuai.” begitu prinsip Gus Indra sebagai inisaitor dalam mengembangkan DSA. Apa yang ditanam pun membuahkan amanah, Insan Madani mengeban amanah investasi senilai Rp 1,2 miliar dalam mengembangkan usaha kacang tolo atau kacang tunggak di wilayah Malang, Jember, Probolinggo dan Ngawi.
