Dampingi Jokowi ke Arab hingga AS, Bos Hipmi Harap Perluas Akses Pasar Global Pengusaha Muda RI
- Dokumentasi Hipmi.
Jakarta – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi) mengharapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dapat membuka akses seluruh atase perdagangan internasional. Agar, pengusaha muda bisa menjalin komunikasi dan bisnis dengan pengusaha di berbagai dunia, sehingga bisa menggenjot kinerja.
Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi) Akbar Himawan Buchari. Dia pun mengapresiasi kesempatan yang diberikan dengan mengikuti kunjungan kenegaraan Presiden Jokowi di dua negara, yakni Arab Saudi dan Amerika Serikat (AS).
"Relasi bisnis yang melibatkan para kader Hipmi ini akan semakin menguatkan hubungan dagang antara Indonesia dan negara-negara di dunia, termasuk Amerika," kata Akbar lewat keterangan yang diterima di Jakarta, dikutip Minggu, 19 November 2023.
Akbar diketahui mendampingi Presiden dalam pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) atau Extraordinary Islamic Summit of the Organisation of Islamic Cooperation (OIC) di Riyadh, Arab Saudi, Sabtu 11 November lalu. Kemudian pada Minggu, 12 November 2023 terbang ke AS, dan sebagai simbol pengusaha muda, mendampingi Presiden dalam memenuhi undangan pertemuan bilateral dengan Presiden AS Joe Biden di Washington DC, pada Senin 12 November.
Ketua Umum Hipmi Akbar Himawan Buchari.
- Dokumentasi Hipmi.
Dalam kesempatan itu, Jokowi berpesan, di era sekarang ini, banyak sekali peluang dan kemudahan yang dapat diperoleh oleh para pengusaha. Hal ini harus dimanfaatkan semaksimal mungkin.
“Kalian harus bisa meraih peluang-peluang itu," pesan Jokowi kepada para Ketum Badan Pengurus Daerah (BPD) Hipmi saat audiensi dan sharing di Waldorf Astoria, Washington DC.
Jokowi pun mengingatkan, di tengah perang dagang dan ketidakpastian global saat ini, negara-negara di dunia pasti berlomba untuk mengambil dan memanfaatkan ceruk pasar yang ada di negara lain. Presiden mengharapkan para pelaku usaha menyadari hal tersebut dan segera mengambil peluang yang muncul.
"Kita harus siap menjadi bangsa produsen, menjadi bangsa yang produktif, bangsa yang terus aktif berinovasi sehingga kita menjadi pemenang dalam perebutan pasar global," kata dia.
"Baik itu bisnis skala besar, termasuk juga skala kecil. Era sekarang ini banyak peluang yang dapat diambil, jangan sampai peluang-peluang itu hilang," tambahnya.
