OJK Sebut Keuangan Syariah Belum Optimal Dukung Industri Halal RI

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan, Frederica Widyasari Dewi
Sumber :
  • VoxPop.co.id/Anisa Aulia

Jakarta - Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Frederica Widyasari Dewi membeberkan beberapa hal yang terus diwaspadai Pemerintah pada sektor keuangan syariah Indonesia. 

img_title OJK Perketat Perang Lawan Judi Online, Lebih dari 36 Ribu Rekening Sudah Diblokir

Kiki, begitu panggilan akrabnya, mengatakan bahwa saat ini sektor keuangan syariah belum mendukung secara optimal terhadap industri halal Indonesia. Padahal, Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia.

"Pertama tentu masih belum optimalnya dukungan sektor keuangan syariah terhadap industri halal. Sehingga belum optimal pula perwujudan dari multiplayer effect dari ekosistem keuangan syariah," ujar Kiki dalam acara  Peluncuran Buku Kajian Ekonomi dan Keuangan Syariah Indonesia (KEKSI) 2023 Senin, 26 Februari 2024.

img_title Dua Segmen Bisnis Ini Jaga Kinerja Astra di Semester I-2026

Ilustrasi keuangan syariah

Photo :
  • Halomoney

Selain itu, menurut Kiki, Sumber Daya Manusia (SDM) di Indonesia belum sesuai dengan kebutuhan saat ini. Pun, dia menyoroti soal masih terbatasnya inovasi dan produk layanan syariah.

img_title OJK Pastikan Revisi Target Bisnis BPR dan BPRS Tetap Dukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional

"Berikutnya adalah masih belum optimalnya SDM syariah yang sesuai kebutuhan, kemudian kapasitas riset dan pengembangan serta inovasi produk dan layanan syariah yang masih terbatas. Dan masih belum optimalnya literasi dan inklusi layanan digital di Indonesia," ujarnya. 

KIki melanjutkan, per September 2023, aset keuangan dalam sektor keuangan syariah Indonesia tercatat sebesar Rp 2.452 triliun atau US$157 miliar.

"Prestasi ini didorong oleh pertumbuhan yang luar biasa sebesar 6,75 persen per tahun. Pangsa pasar kita juga sudah mencapai 10,81 persen dari seluruh landskap seuruh keuangan negara kita," ujarnya.

Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hernawan Bekti Sasongko.

Bantah Laporan Keuangan 2025 Alami Defisit Anggaran, OJK Kasih Penjelasan

Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hernawan Bekti Sasongko membantah adanya isu defisit anggaran dalam laporan keuangan 2025. Dia beli penjelasan.

img_title
VoxPop.co.id
5 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut