Optimis Harga Beras Bakal Terus Turun, Jokowi Ungkap Faktor Utamanya

Presiden Joko Widodo (Jokowi)
Sumber :
  • VoxPop/Ahmad Farhan Faris

Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meyakini bahwa dengan mulai turunnya harga beras di pasaran saat ini, maka harga salah satu komoditas utama itu juga akan semakin rendah dalam beberapa waktu ke depan. Terutama, kata dia, jelang puasa Ramadan 2024.

img_title Harga Emas Hari Ini 5 Agustus 2026: Antam Lanjut Merosot, Produk Global Bervariasi

Hal itu menurut Jokowi disebabkan adanya panen raya, yang akan mulai terjadi di bulan Maret hingga April 2024 mendatang. Sehingga, pasokan beras di pasaran juga akan makin bertambah dan akan membuat harganya akan turun drastis.

"Diharapkan dengan adanya panen raya yang dalam satu bulan ke depan akan terjadi, saya kira harga (beras) itu akan turun banyak," kata Jokowi di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma pada Senin, 4 Maret 2024.

img_title Ekosistem Kripto dan Blockchain Bisa Diperkuat Pemahaman Quantum Computing, Ini Penjelasannya

Dia menambahkan, sebenarnya sampai saat ini pasokan beras tidak bermasalah. Bahkan, pasokan yang melimpah dengan harga murah juga masih tersedia di sejumlah pasar beras besar, seperti Pasar Induk Cipinang dan Pasar Johar Karawang.

Presiden Jokowi dan Ibu Iriana Jokowi Nyoblos Pemilu 2024 di TPS 10

Photo :
  • VoxPop/M Ali Wafa
img_title OJK: Investor Pasar Modal Tumbuh 47,63 Persen Capai 30,06 Juta SID

"Stoknya (beras) enggak ada masalah. Lalu bahan (pokok) lainnya akan secara detil saya lihat di lapangan. Tapi di beberapa pasar beras, di Pasar Cipinang, Johar, mulai turun," ujar Jokowi.

Terlebih, Presiden memastikan bahwa saat ini harga gabah juga sudah mulai turun. Namun, Dia berharap agar penurunannya tidak terlalu drastis, sehingga para petani yang menanamnya juga bisa mendapatkan margin keuntungan.

"Saya dapat informasi di lapangan (harga) gabah juga sudah turun. Tapi jangan drastis (penurunannya), karena petani juga perlu diberikan ruang keuntungan," ujarnya.

Diketahui, sebelumnya polemik kenaikan harga beras ini telah membuat sebagian masyarakat mengeluh, akibat kenaikan harga yang cukup signifikan. Bahkan, kontribusi kenaikan harga beras terhadap inflasi bulanan di Februari 2024 juga melonjak hingga 0,37 persen.

Rinciannya, komponen makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi sebesar 1 persen dengan kontribusi mencapai 0,29 persen, dan menjadi penyumbang inflasi terbesar pada Februari 2024.

Komoditas penyumbang inflasi terbesar adalah beras, cabai merah, telur ayam ras, dan daging ayam ras. Bahkan, kontribusi beras terhadap inflasi komponen makanan, minuman, dan tembakau mencapai 0,21 persen, dengan kenaikan harga tercatat 5,3 persen.

Semen Kujang.

Bidik Penguatan Dominasi Pasar Jabar, SIG Hidupkan Kembali Semen Kujang

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) membangkitkan kembali merek legendaris yang pernah menjadi ikon industri semen di Jawa Barat yaitu Semen Kujang guna peekuat pasar.

img_title
VoxPop.co.id
5 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut