Manufaktur RI Masih Terkuat di Asia Tenggara, Sektor Industri Makin Efisien

Pameran Manufaktur Indonesia.
Sumber :
  • Istimewa.

Jakarta – Industri manufaktur nasional menempatkan Indonesia di posisi ke-12 Top Manufacturing Countries by Value Added di dunia, dengan nilai manufacturing value added (MVA) sebesar US$255 miliar. 

img_title Analisis Masa Depan Esports Mobile Legends, Akankah Kompetisi MOBA Mobile Tetap Mendominasi Industri Esports Global?

Ekonom Universitas Brawijaya Wildan Syafitri mengungkapkan, pencapaian Indonesia jauh meninggalkan negara anggota ASEAN lainnya. Seperti Thailand dan Vietnam yang nilai MVA hanya setengah dari Indonesia, yakni masing-masing US$128 miliar, serta US$102 miliar.

“Pencapaian sektor industri manufaktur Indonesia patut diapresiasi karena ini adalah pencapaian yang positif mengingat dalam situasi krisis justru Indonesia dapat meningkatkan efisiensi industri manufaktur,” sebut Wildan di Jakarta dikutip, Kamis, 25 Juli 2024.

img_title Indef Sebut Insentif Otomotif Bakal Dorong Produksi EV Nasional

Dia menjabarkan bahwa dalam lima tahun terakhir data Manufacturing Value Added (MVA) Indonesia yang dirilis World Bank menunjukkan peningkatan yang signifikan. Data terbaru kinerja sektor industri manufaktur juga menunjukkan angka positif.

Ilustrasi Industri manufaktur.

Photo :
  • Dokumentasi PT Grand Kartech Tbk.
img_title Masih Ingat Game Snake? Permainan Sederhana yang Diam-diam Mengubah Sejarah Industri Mobile Gaming

Sektor industri pengolahan nonmigas pada Triwulan I-2024 menjadi penyumbang Produk Domestik Bruto (PDB) nasional terbesar, yaitu 17,47 persen dengan pertumbuhannya sebesar 4,64 persen dan memberikan penerimaan pajak terbesar hingga 26,9 persen. 

Di sisi ekspor, nilai pengiriman produk industri pengolahan nonmigas pada semester I-2024 mencapai US$91,65 miliar atau setara 73,27 persen dari total ekspor nasional, dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 18,82 juta orang.

Selain itu, realisasi investasi sektor industri manufaktur pada periode yang sama mencapai 38,73 persen, dengan nilai Rp155,5 triliun.

Dia menjabarkan bahwa kondisi ini juga cerminan dari kekuatan industri dalam memberikan kontribusi pada perekonomian Indonesia. Serta, gambaran dari sejauh mana kekuatan industri dalam perekonomian nasional.

“Performa ini didorong selain karena Indonesia bisa memanfaatkan krisis supply chain akibat perang Rusia-Ukraina juga karena peran dari pembangunan infrastruktur, investasi serta peningkatan kemampuan SDM,” tambah Wildan.

Secara khusus Wildan memberikan perhatian posisi industri manufaktur Indonesia yang berada di atas negara-negara di ASEAN lainnya seperti Thailand yang ada pada peringkat ke-22 dan Vietnam yang ada pada peringkat ke-24. Menurutnya pencapaian ini adalah kemajuan yang signifikan akibat dari kebijakan hilirisasi industri dan kebijakan investasi yang baik. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut