OJK Targetkan 50 Desa Per Tahun Masuk Ekosistem Keuangan Inklusif

Konferensi Pers Kick Off Program EKI di Desa Dolokgede, Bojonegoro
Sumber :
  • VoxPop/Ayesha Puri

Bojonegoro, VoxPop – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meresmikan program Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) di Desa Dolokgede, Bojonegoro. Acara peresmian dihadiri sejumlah petinggi OJK, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, hingga pejabat publik setempat.

img_title Bantah Laporan Keuangan 2025 Alami Defisit Anggaran, OJK Kasih Penjelasan

Frederica menuturkan OJK sukses melaksanakan program EKI di 36 wilayah desa di  seluruh Indonesia. Rencananya masih ada delapan desa yang akan dilakukan kick off program EKI pada tahun ini. 

"Ada 44, dan sekarang kita ingin targetnya setiap tahun sekitar 40-50 wilayah desa yang akan kita bimbing dan kita (OJK) dampingi," ucap Frederica.

img_title OJK Perketat Perang Lawan Judi Online, Lebih dari 36 Ribu Rekening Sudah Diblokir

Program EKI di wilayah desa diinisiasi hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) yang menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara warga desa dan kota terkait literasi keuangan. OJK mengambil langkah melalui program EKI untuk mengejar ketertinggalan dengan memberikan edukasi dan inklusi kepada masyarakat desa.

Ketua OJK dan Mensekneg berkunjung ke booth pada peresmian EKI di Bojonegoro

Photo :
  • VoxPop/Ayesha Puri
img_title OJK Pastikan Revisi Target Bisnis BPR dan BPRS Tetap Dukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Tujuan utamanya tak lain meningkatkan kesejahteraan. Program EKI juga diharapkan dapat menghindarkan warga desa dari akses keuangan yang ilegal, seperti pinjaman online (pinjol), bank keliling maupun lintah darat. Tak sendirian, OJK berkolaborasi dengan Kementerian Sekretariat Negara, sejumlah bank dan lembaga keuangan. 

"Jadi kita kerjakan bareng, kita keroyok," tegas Frederica. 

Menteri Sekretariat Negara Pratikno yang hadir pada acara kick off mendukung penuh program EKI dari OJK. Pratikno mengucapkan inklusi dan literasi keuangan sangat perlu sebagai mesin perekonomian masyarakat daerah desa. Sehingga kerap terabaikan dari perhatian stakeholder. 

Pratikno mengatakan Desa Dolokgede yang basisnya agraris mempunyai potensi di bidang olahraga (sport), tourism dan wisata budaya. Program EKI mendorong para warga untuk membuat penginapan (homestay) guna menunjang potensi wisata di daerah tersebut. Alhasil, ekonomi warga Dolokgede semakin menggeliat secara otomatis kesejahteraan meningkat. 

"Rumah warga bisa dijadikan sebagai homestay mengingat Desa Dolokgede kerap didatangi turis asing. paling banyak Malaysia dan Norwegia. Tidak diperkenankan untuk membangun asrama," ujar Pratikno.

Kick Off Program EKI di Desa Dolokgese oleh OJK, Mensesneg dan PJ Bupati Bojoneg

Photo :
  • VoxPop/Ayesha Puri

Hal tersebut diwujudkan dengan program bedah rumah guna meningkatkan kualitas rumah warga lebih layak sekaligus menjadi sumber pendapatan. Manfaat lain dari pembuatan homestay adalah revolusi mental. Harapannya warta bisa lebih ramah dan terbuka terhadap orang baru.  

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut