Kemenkeu Sudah Siapkan Antisipasi Dampak Ekonomi Jika AS Alami Resesi

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu
Sumber :
  • VoxPop.co.id/Anisa Aulia

Jakarta, VoxPop – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memantau risiko resesi yang membayangi perekonomian Amerika Serikat (AS). Hal itu dilakukan pemerintah untuk mengantisipasi dampaknya ke ekonomi Indonesia.

img_title MenPANRB Buka Peluang Rekrutmen CPNS 2026, Jadwal dan Formasi Masih Dihitung Bersama Kemenkeu

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu mengakui saat ini kondisi perekonomian AS sedang berada di bawah ekspektasi. Sehingga pemerintah mewaspadai adanya rambatan tersebut.

"Ini memang sedang bergerak, jadi tentunya kita pertama sudah antisipatif tapi tentunya ini akan terus kita pantau dengan dekat. Karena memang gejolak itu akan harus kita antisipasi," ujar Febrio di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa, 6 Agustus 2024.

img_title Bank Indonesia Tahan BI Rate di 5,75 Persen, Simak Penjelasan Lengkapnya

Ilustrasi ekonomi Amerika Serikat

Photo :
  • BusinessInsider

Febrio mengatakan, beberapa data perekonomian AS yang berada di bawah ekspektasi, yakni pengangguran lebih tinggi. Begitu pula tingkat suku bunga the Fed yang dipandang pasar sudah seharusnya dipangkas lebih awal. 

img_title Kemenkeu: Investasi Asing yang Masuk ke PFII Bakal Dijaga Agar Bisa Jangka Panjang

"Tetapi kita kalau dari Indonesia memang kita melihat bahwa dinamika dari tingkat suku bunga dan ekspektasinya itu memang sudah berubah-ubah dari sejak awal tahun," terangnya. 

Febrio mengakui, sejak awal pemerintah memang melihat ada ekspektasi bahwa Bank Sentral AS itu akan memangkas suku bunga acuan sebanyak tiga kali. Namun, hal itu mengalami perubahan di pertengahan tahun atau beberapa bulan kemudian.

"Nah, sekarang ini dengan data-data yang terbaru, memang probabilitasnya kita melihat konsensusnya mengarah ke pemotongan yang lebih banyak," kata Febrio.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto merespons terkait kekhawatiran investor terhadap potensi Amerika Serikat (AS) mengalami resesi. Airlangga mengatakan bahwa pemerintah akan terus mencermati kondisi tersebut.

"Terkait US (Amerika Serikat) tentu kita terus monitor dan tentu kita berharap tingkat suku bunga AS di kuartal IV bisa turun walau belum ada yang bisa jamin," jelasnya. 

Airlangga menyebut, saat ini jarak antara suku bunga dengan inflasi sudah terlampau jauh. Tercatat saat ini suku bunga acuan RI ada di level 6,25 persen, sedangkan inflasi RI di Juli sebesar 2,13 persen.

"Karena tentu kita lihat tingkat suku bunga kita dengan inflasi gapnya agak tinggi, tapi kita tahu kita harus juga jaga supaya tidak terjadi capital flight," terangnya.

Inilah yang Dibahas Destry Damayanti Saat Bertemu Prabowo di Istana

PGS BI Destry Beberkan Strategi Hadapi Era Suku Bunga Tinggi di Dunia

Selain era suku bunga tinggi, ada pula masih memanasnya konflik di Timur Tengah saat ini. Sebab, akan memengaruhi harga komoditas dunia, khususnya minyak mentah.

img_title
VoxPop.co.id
31 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut