Capai Puluhan Ton Setiap Tahunnya, Pemerintah Ungkap 2 Cara Pengelolaan Sampah
- VoxPop.co.id/Natania Longdong
"Ada dua (cara mengelola sampah) satu adalah pengurangan. Pengurangan itu bagaimana kita menangani timbunan sampah. Mengurangi itu artinya tidak menghasilkan sampah, nah sekarang mulai ada trend membawa Tumbler. Membawa Tumbler itu mengurangi (sampah), atau bawa makanan tidak dibungkus plastik misalnya, bawa tempat sendiri, segala macam. Itu upaya yang paling paling utama," ujar Rofi.
Kemudian cara yang kedua yaitu mendaur ulang sampah, untuk dapat menjadi sesuatu yang berguna bagi lingkungan.
"Sekarang (yang) kita dorong adalah untuk menggunakan teknologi pengolahan sampah sepertiitu yang kita diskusikan hari ini, salah satunya RDF. Artinya sampah yang terpilah itu dikeringkan, dicacah sedemikian rupa, baru setelah itu bisa dijadikan atau dibakar dengan kalori di bawah batubara (sedikit)."
Menurut Rofi, hal itu akan meraup keuntungannya sampah menjadi sumber energi baru.
Sejalan dengan hal itu, lembaga yang berfokus pada isu-isu bencana, lingkungan, dan energi dan sosial juga terus menggaungkan pentingnya teknologi RDF ini dalam pengolahan sampah di Indonesia.
Elisabeth Rianawati selaku Direktur Resilience Development Initiative (RDI) mengatakan bahwa sejumlah negara telah memberikan pendanaan untuk Pemerintah Daerah di Indonesia agar menggunakan teknologi RDF dalam pengolahan sampah. Institute dari Australia pun ikut andil dalam pendanaannya.
"Kegiatan sekarang itu adalah Capacity Building. Pendanaannya itu dari Departement of Climate Change, Energy, the Environment and Water, dan The University of Queensland," kata Elisabeth pada wartawan.
Direktur RDI menambahkan bahwa bantuan Internasional itu untuk mendorong Pemerintah Daerah agar mempelajari mengenai teknologi pengolahan sampah RDF.
Capacity Building sendiri untuk mendukung pengimplementasian Refuse-Derived Fuel (RDF) melalui proyek RDFact.
Sebagai informasi, teknologi pengolahan sampah RDF (Refuse-Derived Fuel) adalah proses konversi limbah padat menjadi bahan bakar alternatif.
Sampah yang diolah biasanya terdiri dari berbagai jenis material, seperti plastik, kertas, dan sisa makanan.
Proses ini mencakup pemisahan, pengeringan, dan penggilingan sampah untuk menghasilkan produk berbentuk pelet atau serbuk yang dapat digunakan sebagai sumber energi dalam pembangkit listrik atau industri.
RDF memiliki keuntungan dalam mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir, serta mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Dengan memanfaatkan limbah, teknologi ini mendukung upaya keberlanjutan dan pengelolaan sampah yang lebih efisien.
