Incar Pendapatan di Atas Rp 3 Triliun pada 2025, PDC Genjot Lini Bisnis Rental Oilboom

Pekerja PDC sedang mempersiapkan alat untuk penanganan tumpahan minyak [Humas PT Patra Drilling Contractor (PDC)]
Sumber :
  • VoxPop.co.id/Mohammad Yudha Prasetya

Jakarta, VoxPop – Anak usaha PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling), yakni PT Patra Drilling Contractor (PDC) menargetkan pendapatan di atas Rp 3 triliun pada tahun 2025 ini.

img_title Harga Minyak Dunia Turun usai AS Lanjutkan Perundingan Damai dengan Iran

Direktur Utama PDC, Faried Iskandar Dozyn menegaskan, untuk mencapai target tersebut pihaknya akan menggenjot sejumlah lini bisnis andalan, salah satunya yakni Rental Oilboom yang dikelola oleh fungsi Marine Services.

"Oilboom merupakan alat penghalang terapung yang digunakan untuk mengurung tumpahan minyak di permukaan air. Oilboom sering disebut juga dengan istilah Containment Boom," kata Faried dikutip dalam keterangan resmi, Jumat, 11 April 2025.

img_title Harga Emas Hari Ini 3 Agustus 2026: Antam Kinclong, Produk Global Bersinar Terdorong Ini

Pekerja PDC yang sedang menangani tumpahan minyak di laut lepas

Photo :
  • Dok. PDC

Ia menjelaskan, fungsi peralatan ini untuk melindungi area sensitif dari bahaya tumpahan minyak, mengurangi penyebaran minyak, mengisolasi minyak agar tidak melebar, dan mencegah minyak mencemari area yang lebih luas.

img_title Purbaya Jamin Harga BBM Subsidi Tak Naik Meski Harga Minyak Dunia Melonjak

Dari beragam peralatan dan metode, Faried memastikan bahwa Oilboom selalu menjadi salah satu rekomendasi peralatan untuk penanganan pertama tumpahan minyak di perairan. Oilboom sendiri memiliki bermacam-macam jenis dan fungsinya, terutama dari aspek material, ukuran, struktur, lokasi peruntukan dan lain-lain.

"PDC menggunakan yang terbuat dari material Heavy Duty Rubber yang tahan minyak dan sinar matahari. Oilboom dengan material dan struktur tersebut khusus untuk penggunaan di laut (Offshore)," ujar Faried.

Dia menambahkan, Oilboom dengan material dan struktur tersebut dapat dengan cepat dibentangkan (deploy), serta dapat melokalisir tumpahan minyak dengan maksimal. Saat ini PDC sedang mempersiapkan pengadaan Oilboom khusus yang dapat dan sesuai untuk penggunaan di sungai (Onshore Oilboom), termasuk peralatan pendukungnya penanggulangan tumpahan minyak lainnya.

PDC memiliki kontrak untuk rental Oilboom dengan dua perusahaan yang juga menjadi bagian Subholding Upstream Pertamina. Yakni Pertamina Hulu Energi Offshore Southeast Sumatra (PHE OSES) yang mengelola Blok Sumatera Selatan, dan dengan PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) Zona 9.

Di kedua perusahaan itu, Faried menyebut bahwa Oilboom yang dimiliki PDC dalam kondisi standby, atau akan digunakan jika terjadinya tumpahan minyak di permukaan air di wilayah kerja keduanya. Keberadaan Oilboom PDC sebagai bentuk mitigasi untuk meminimalisir resiko dari dampak terjadinya tumpahan minyak, terutama di perairan terbuka dan daerah sungai.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut