Harga Bitcoin Masih Berpeluang Tembus Rp1,5 Miliar, Tapi Ini Syaratnya!

Bitcoin.
Sumber :
  • Dok. Istimewa

Jakarta, VoxPop – Bitcoin kembali menjadi sorotan para investor di tengah situasi ekonomi tak menentu dan adanya perang dagang antara China serta Amerika Serikat. Sebagaimana diketahui, harga Bitcoin sempat melesat hingga menyentuh lebih dari USD100.000 atau setara Rp1,68 miliar, namun, belakangan ini justru mengalami penurunan tajam. 

img_title Investasi Bitcoin vs Emas, Mana yang Bikin Cepat Kaya? Begini Perbandingan Keuntungan dan Risikonya

Kini, pelaku pasar mempertanyakan, apakah tren bullish sudah berakhir, atau masih ada harapan untuk pemulihan dalam waktu dekat?

Analis kripto R. Linda menyebutkan bahwa Bitcoin mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah turun lebih dari 20 persen dari harga tertingginya sepanjang masa. Namun, dia menegaskan bahwa sinyal ini belum cukup untuk menyimpulkan bahwa tren penurunan telah berakhir. 

img_title ETF Bitcoin Masuk US$75,7 Juta Pertengahan Juli 2026, Pertanada Apa?

Masih ada beberapa level penting yang harus dilampaui sebelum breakout yang valid dapat dikonfirmasi. “Bitcoin menunjukkan kekuatan sejak berhasil kembali ke atas level USD80.000 atau sekitar Rp1,35 miliar,” ujar RLinda, seperti dikutip dari TradingView, Selasa, 22 April 2025.

Bitcoin dan aset kripto.

Photo :
  • Pioneering Minds
img_title Mengapa Harga Bitcoin Bisa Anjlok Mendadak? Intip Cara Baca Indikator RSI

Dia menjelaskan bahwa penguatan ini didorong oleh pertumbuhan indeks secara lokal serta harapan bahwa The Fed akan memangkas suku bunga. Sentimen positif tersebut terjadi di tengah memanasnya perang tarif antara AS dan China, yang juga menjadi penyebab utama jatuhnya pasar kripto dalam beberapa bulan terakhir.

Dalam analisisnya, R.Linda menyebut bahwa level kritis yang menjadi kunci adalah USD86.190 atau setara Rp1,45 miliar. Jika Bitcoin mampu melewati level ini dengan kuat, maka potensi kenaikan harga akan terbuka lebar.

“BTC saat ini bergerak di luar area resistensi channel menurun, dan sedang mengalami konsolidasi di sekitar level USD86.190. Jika level ini berhasil ditembus, maka kenaikan lanjutan akan terjadi,” jelas R.Linda.

Setelah menembus level tersebut, resistensi besar berikutnya berada di USD88.800 atau sekitar Rp1,49 miliar. Artinya, perjalanan Bitcoin menuju level psikologis USD90.000 atau setara Rp1,52 miliar, masih cukup panjang.

Meskipun ada harapan jika harga berhasil melewati USD86.190, R.Linda mengingatkan bahwa ada kemungkinan penurunan tetap berlanjut jika level tersebut gagal ditembus. Jika tekanan dari pihak bear lebih kuat, maka level support Bitcoin akan semakin rendah.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut