Kenapa Blackout Bisa Terjadi? Ini Faktor yang Bisa Sebabkan Mati Listrik Massal di Eropa

Ilustrasi blackout di Eropa
Sumber :
  • Newsweek

Jakarta, VoxPop – Blackout besar-besaran terjadi di Eropa beberapa waktu lalu, turut menggemparkan masyarakat. Sebab, selama berjam-jam, jutaan warga di Spanyol, Portugal, dan sebagian wilayah Prancis, terpaksa hidup tanpa listrik. 

img_title Bentrokan Imigran di Ceuta, Presiden Komisi Eropa: Perangi Migrasi Ilegal, Memerlukan Solidaritas

Meski pihak berwenang menegaskan bahwa kejadian seperti ini tergolong langka, peristiwa tersebut membuktikan bahwa tak ada sistem kelistrikan yang sepenuhnya kebal terhadap kegagalan.

Para ahli energi pun angkat suara. Mereka menyatakan bahwa sistem kelistrikan paling maju pun tidak mampu menjamin keandalan 100 persen. Ketergantungan pada teknologi, cuaca ekstrem, serta ancaman geopolitik, membuat setiap negara perlu waspada. 

img_title MG Buka Harga ZS Hybrid+, Varian Termurah Dijual Rp299,9 Juta

Sebab, gangguan pada jaringan listrik bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga menyangkut keamanan nasional, stabilitas ekonomi, hingga keselamatan publik. Melansir dari The Guardian, Jumat, 2 Mei 2025, berikut beberapa faktor utama yang bisa memicu blackout besar di Eropa.

img_title Perkuat Kemitraan, Indonesia dan Eropa Dorong Pengembangan Transportasi Berkelanjutan

1. Cuaca Ekstrem dan Bencana Alam

Fenomena alam seperti badai, gelombang panas, gempa bumi, hingga sambaran petir bisa merusak infrastruktur vital seperti gardu dan kabel transmisi. Perubahan suhu mendadak juga dapat memicu ketidakseimbangan daya yang berujung pada kegagalan sistem.

2. Serangan Siber dan Faktor Geopolitik

Hacker dari negara tertentu bisa menyerang infrastruktur kelistrikan untuk melemahkan musuh. Serangan Rusia ke sistem listrik Ukraina menjadi bukti nyata bahwa ancaman ini bukan fiksi ilmiah.

3. Gangguan Mekanis atau Kesalahan Teknis

Kerusakan mendadak pada pembangkit atau jaringan distribusi dapat menjalar menjadi gangguan sistemik. Misalnya, jika pembangkit besar tiba-tiba berhenti bekerja, beban berlebih bisa membuat sistem kolaps.

4. Transisi ke Energi Terbarukan

Meningkatnya penggunaan energi surya dan angin yang tidak stabil dapat menyulitkan pengelolaan frekuensi listrik. Kurangnya inersia sistem membuat grid lebih rentan terhadap fluktuasi daya mendadak.

5. Peristiwa ‘Black Swan’

Gabungan dari beberapa kejadian kecil bisa menciptakan bencana besar yang tak terduga. Contohnya adalah pemadaman listrik di Inggris tahun 2019 akibat sambaran petir dan kegagalan dua pembangkit dalam waktu berdekatan.

Peristiwa di Eropa ini menjadi alarm keras bagi negara-negara lain. Investasi pada teknologi penstabil grid, keamanan siber, dan perencanaan darurat harus menjadi prioritas untuk menjaga ketahanan energi nasional.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut