Kantongi Laba Bersih Rp96,7 Miliar pada Kuartal I-2025, Intip Strategi Seabank Genjot Kinerja Bisnis

Direktur Utama dan Wadirut Seabank Indonesia
Sumber :
  • VoxPop/Ayesha Puri

Jakarta, VoxPop – PT Bank Seabank Indonesia atau SeaBank melaporkan kinerja keuangan untuk periode kuartal I-2025. Perusahaan bank digital membukukan laba bersih tahun berjalan setelah pajak sebesar Rp 96,7 miliar.

img_title Samudera Indonesia Cetak Laba Bersih US$32,52 Juta di Semester I-2026

Laba bersih tersebut naik dari tahun sebelumnya sebesar Rp 51,5 miliar. Ini sejalan dengan laba operasional naik dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya menjadi Rp 124,1 miliar dari Rp 62,4 miliar. 

"Saya meyakini bahwa industri perbankan stabil. Kita  berharap juga tahun ini secara industri akan bertumbuh bahkan membaik," ujar Direktur Utama Seabank Sasmaya Tuhuleley saat ditemui di kantornya di Jakarta pada Senin, 19 Mei 2025.

img_title Lampaui Target 169 Persen, PT Timah Cetak Laba Bersih Rp 2,71 Triliun di Semester I-2026

Sasmaya menaksir pertumbuhan laba perusahaan sekitar 88 persen di sepanjang tiga bulan awal tahun 2025 ini. Ia menjelaskan, lonjakan laba ditunjang pertumbuhan bisnis di mana aset melonjak 16 persen secara year on year (yoy) menjadi Rp 37,3 triliun dari sebelumnya sebesar Rp 34,5 triliun. 

Seabank

Photo :
  • Seabank
img_title GoTo Cetak Laba Bersih Rp 607,5 Miliar di Semester I-2026

Pertumbuhan aset sejalan dengan kenaikan EBITDA dan dana pihak ketiga (DPK). DPK pada kuartal I-2025 mencapai Rp 27 triliun atau naik 10 persen secara tahunan. Sedangkan pertumbuhan EBITDA masih di kisaran 4-5 persen secara yoy. 

Komposisi rasio CASA (Current Account Saving Account) menunjukkan kondisi yang lebih baik, yaitu naik menjadi 66,78 persen sementara di periode yang sama tahun sebelumnya di angka 64,49 persen. Dari sisi sisi kredit, Seabank telah menyalurkan kredit sebesar Rp 25 triliun atau meningkat 36 persen secara yoy.

"Penyaluran kredit yang lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan dana karena debilitas masih baik karena secara total DPK lebih besar daripada kredit jadi dengan pertumbuhan kredit yang lebih besar sehingga tidak ada masalah dalam debilitas," jelas Sasmaya. 

Lebih lanjut, Sasmaya memaparkan tingkat rasio kredit bermasalah (NPL gross) masih terjaga di angka sekitar 1,57 persen. Ia menegaskan penurunan nilai NPL gros mencerminkan kondisi keuangan perusahaan yang semakin baik. 

Return on Asset (ROA) pada kuartal I-2025 tercatat naik menjadi 1,40 persen dibanding tahun sebelumnya di level 0,82 persen. Kemudian, ROE juga melonjak hampir dua kali lipat menjadi 6,74 persen dari sebelumnya sebesar 3,88 persen.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut