6 Kebiasaan Buruk Mengatur Keuangan yang Harus Ditinggalkan Sebelum Usia 40 Tahun Kalau Nggak Mau Miskin

Ilustrasi mengatur keuangan
Sumber :
  • Halomoney.co.id

Jakarta, VoxPop – Banyak orang mulai menata ulang prioritas hidup, termasuk keuangan, ketika memasuki usia 40 tahun. Di umur kepala empat ini menjadi titik penting untuk mengevaluasi kembali kebiasaan finansial yang selama ini. 

img_title 6 Kebiasaan Langka Pasangan yang Betah Menghabiskan Akhir Pekan Bareng Tanpa Bosan, Hubungannya Makin Awet!

Seperti yang diketahui bersama bahwa kesalahan dalam pengelolaan uang menimbulkan dampak jangka panjang terhadap kestabilan ekonomi pribadi maupun keluarga. Jadi penting untuk menyadari dan mulai melepaskan kebiasaan yang merugikan demi keamanan finansial di masa mendatang. 

Sadar atau tidak, beberapa pola pikir atau kebiasaan dalam mengatur keuangan yang sudah dilakukan sejak lama justru menjadi hambatan dalam mencapai kebebasan finansial. Dikutip dari The Economic Times pada Rabu, 25 Juni 2025, terdapat enam perilaku keuangan yang sebaiknya ditinggalkan sebelum usia 40 tahun. Apa saja? Simak.

img_title Ini 9 Kebiasaan Sederhana yang Membuat Seseorang Merasa Kaya Padahal Saldo Rekening Biasa-biasa Aja

1. Menabung dari Sisa Pengeluaran

Ilustrasi anak menabung.

Photo :
  • Freepik/jcomp
img_title 5 Zodiak yang Sulit Kaya karena Disebut Kurang Pandai Mengelola Keuangan

Banyak orang masih menabung setelah semua pengeluaran terpenuhi. Padahal, pola ini seringkali membuat kita tidak memiliki sisa uang untuk ditabung. Sebaiknya, balik strateginya: sisihkan untuk ditabung di awal lalu gunakan sisanya untuk kebutuhan harian.

2. Pemikiran Penghasilan Besar Dapat Menyelesaikan Segalanya

Gaji tinggi tidak menjamin kondisi keuangan Anda sehat, terutama jika tidak diimbangi dengan disiplin dalam mengatur keuangan. Penghasilan besar justru memicu gaya hidup boros dan tidak terkendali sehingga membuat Anda kesulitan mencapai kebebasan finansial bahkan sangat mungkin terlilit utang karena pengeluaran lebih besar dari gaji. 

3. Tertutup Soal Keuangan

Topik keuangan sering dianggap tabu dalam keluarga padahal komunikasi yang terbuka mengenai gaji, utang, warisan, atau tujuan keuangan sangat penting. Ini akan meminimalisir konflik dan kesalahpahaman di kemudian hari.

4. Menganggap Kepemilikan sebagai Tanda Sukses

Pembelian barang mahal, seperti mobil atau rumah, dapat mengganggu arus kas Anda jika tidak dihitung secara cermat dan matang bisa membebani keuangan. Apalagi alasannya untuk pamer atau menunjukkan bahwa Anda sudah sukses dengan karier saat ini. 
Ingatkan kesuksesan finansial tidak selalu dilihat dari barang mewah yang Anda miliki tetapi merujuk pada kestabilan keuangan. Terkadang menyewa atau menunda pembelian besar adalah pilihan cerdas.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut