Merry Riana Bakal IPO Bisnis Pendidikannya ke Pasar Modal, Ini Misinya
- VoxPop/Ayesha Puri
Merry Riana
- VoxPop.co.id/Rosikin
MRE juga menunjukkan ketangguhannya saat pandemi COVID-19. Alih-alih menutup cabang atau melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK), MRE justru meluncurkan program digital learning dan terus membuka lokasi baru setelah masa PSBB usai.
“Saya percaya pandemi itu sementara, tapi keputusan yang kita buat akan jadi legacy. Maka kami tetap berjalan,” ujar Merry.
Merry yang berhasil meraih finansial freedom di usia 26 tahun mengatakan, IPO ini diambil bukan sebagai jalan dirinya untuk keluar dari MRE tetapi bentuk komitmen jangka panjang. Ia bahkan mencantumkan namanya pada bisnisnya itu.
“Saya menaruh nama saya di perusahaan ini. Ini bukan hanya tanggung jawab finansial, tapi juga moral,” ujarnya.
Ke depan, MRE menargetkan memiliki 115 cabang dalam lima tahun dan terbuka terhadap kolaborasi strategis maupun akuisisi dengan institusi lain. Merry berharap langkahnya akan mendorong institusi pendidikan lain untuk ikut maju dan masuk ke pasar modal.
“Pendidikan tidak harus selalu bersifat filantropi. Kalau dimanage secara profesional, sektor ini bisa profitable dan berdampak besar,” tutur Merry.
Dengan masuk ke BEI, MRE berharap bisa menjadi pelopor bagi institusi pendidikan lain untuk berkembang dan berani tampil di ranah publik demi menciptakan perubahan nyata di dunia pendidikan Indonesia. Ia pun tidak khawatir tentang kondisi ekonomi global yang masih goyang karena Merry yakin kondisi ini hanya sementara.
“Kalau kita terus menunggu waktu yang tepat, maka perubahan tidak akan pernah terjadi. Kita harus mulai dulu, dan saya ingin menggerakkan bukan hanya edukasi rakyat Indonesia, tapi juga ekonomi rakyat Indonesia,” pungkasnya.
