OJK Panggil Ajaib Sekuritas dan Investor Ritel Niyo di Kasus Investasi Rp 1,8 Miliar

Gedung Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
Sumber :
  • Website OJK

Jakarta, VoxPop – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) telah melakukan pemanggilan kepada pihak Ajaib Sekuritas, terkait adanya dugaan transaksi mencurigakan yang dialami investor sekaligus pengguna aplikasi Ajaib Sekuritas senilai Rp 1,8 miliar.

img_title Bank Indonesia Proyeksikan Ekonomi RI Tetap Tumbuh hingga 5,7 Persen pada 2026 Meski Kuartal II Melambat

Pakar Hukum Perdata dan Pidana Universitas Trisakti, Abdul Fickar Hadjar menegaskan, langkah OJK yang juga melakukan pemanggilan terhadap investor ritel Nyoman Tri Atmaja (Niyo) sebagai buntut adanya kasus itu, juga dinilai sudah sesuai prosedur.

Pemanggilan OJK ini dilakukan guna mendapatkan penjelasan dari pernyataan Niyo, yang mengaku tidak melakukan investasi sebesar Rp 1,8 miliar pada aplikasi Ajaib Sekuritas. Sementara pihak Ajaib Sekuritas sendiri mengaku memiliki bukti kuat dengan data terpercaya, bahwa nasabah melakukan transaksi tersebut lengkap dengan data verified device dan lokasi.

img_title Hampir 10 Ribu Lapangan Kerja Berpotensi Tercipta dari Investasi Enam Perusahaan TPT Ini

“Tidak ada yang salah. Dalam menyelesaikan sengketa seperti ini, OJK berperan sebagai mediator untuk mendamaikan para pihak. Jadi tidak perlu penasehat hukum. Jika pakai penasehat hukum itu di tempat perkara di pengadilan," kata Fickar kepada awak media, Rabu, 16 Juli 2025.

Ilustrasi Risiko dan Pertimbangan Investasi Cryptocurrency

Photo :
  • pexels.com/RDNE Stock project
img_title Bantah Laporan Keuangan 2025 Alami Defisit Anggaran, OJK Kasih Penjelasan

Fickar justru mengapresiasi langkah OJK untuk memanggil kedua pihak yang berselisih tersebut. Menurutnya, langkah OJK itu bermaksud untuk mendamaikan, karena apabila tidak maka artinya masalah itu adalah sebuah sengketa.

"Bisa dibawa ke arbitrase atau pengadilan. Di Arbitrase dan peradilan itu penasehat hukum boleh mewakili atau mendampingi,” ujarnya.

Diketahui, sebelumnya saat dipanggil oleh pihak regulator di Bali, Niyo mengaku bingung dengan OJK karena dirinya dilarang didampingi oleh pengacara.

Ilustrasi investor pasar modal.

Photo :
  • VoxPop.co.id/Muhamad Solihin

"Kemarin pukul 11.00 WITA saya datang ke OJK Bali untuk memenuhi undangan klarifikasi dengan OJK pusat melalui Zoom. Namun Tim Penasihat Hukum saya tidak diizinkan untuk mendampingi saya," kata Niyo.

Namun, dirinya tidak menjelaskan apa saja komunikasi yang dibahas dengan pihak OJK. Padahal apabila sebelumnya Niyo bersikeras bahwa dirinya tidak bersalah dalam urusan tersebut, saat ini dia justru telah menurunkan unggahan pertama yang diunggahnya di akun instagram @frienshipwithgod.

Dimana dalam unggahan tersebut, Niyo menyampaikan keluh-kesahnya saat mendapati transaksi Rp 1,8 miliar pada aplikasi Ajaib-nya. Dia juga mengundang followers-nya untuk membantu memberikan komentar, dan akan membagi profit saham kepada pemberi komentar apabila saham yang dibelinya untung.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut