Benarkah Warren Buffett Anti Kripto? Ini Pandangannya Soal Nilai dan Risiko Investasi Bitcoin

Warren Buffet.
Sumber :
  • AP Newsroom

Jakarta, VoxPop – Meski dunia keuangan modern diramaikan oleh kehadiran aset digital seperti Bitcoin, investor legendaris Warren Buffett masih bersikeras menolak untuk berinvestasi di kripto.

img_title Bitcoin Sentuh US$65.500, Investor Perlu Cermati Sederet Faktor Fundamental yang Pengaruhi Pasar Kripto

Sikap skeptis ini sejalan dengan filosofi investasi konservatifnya yang mengutamakan nilai fundamental dan pendapatan riil dari aset.

Namun, menariknya, perusahaan yang dikendalikan Buffett ternyata secara tidak langsung memiliki eksposur terhadap Bitcoin.

img_title Investasi Bitcoin vs Emas, Mana yang Bikin Cepat Kaya? Begini Perbandingan Keuntungan dan Risikonya

Buffett, melalui Berkshire Hathaway Inc. (NYSE:BRK), secara tegas menolak untuk memasukkan mata uang kripto ke dalam portofolio utama.

Menurutnya, aset seperti Bitcoin tidak memiliki nilai intrinsik, tidak menghasilkan pendapatan, dan bersifat spekulatif semata.

img_title ETF Bitcoin Masuk US$75,7 Juta Pertengahan Juli 2026, Pertanada Apa?

Namun, laporan keuangan terbaru menunjukkan bahwa Berkshire Hathaway memegang 433.558 lembar saham perusahaan jasa keuangan Jefferies Financial Group Inc. (NYSE:JEF), dengan nilai hampir US$34 juta atau setara Rp554 miliar.

Apa hubungannya dengan Bitcoin? Ternyata, Jefferies memiliki 1.615.731 lembar saham iShares Bitcoin Trust ETF (NASDAQ:IBIT), senilai lebih dari US$85 juta atau sekitar Rp1,3 triliun.

IBIT merupakan ETF spot Bitcoin terbesar di dunia. Jefferies bahkan menyebut Bitcoin sebagai "hedge penting" terhadap inflasi dan pelemahan mata uang fiat, menurut laporan CNBC, Senin, 21 Juli 2025.

Lantas, Mengapa Warren Buffett Anti Investasi Kripto?

Bitcoin dan aset kripto.

Photo :
  • Pioneering Minds

1. Tidak Ada Nilai Intrinsik

Buffett dikenal hanya tertarik pada aset yang menghasilkan pendapatan, seperti saham perusahaan yang membagikan dividen atau properti yang menghasilkan sewa. Bitcoin dan kripto lain, menurutnya, tidak memiliki "nilai nyata" karena tidak memproduksi apapun dan hanya berfungsi jika ada orang lain yang bersedia membayar lebih mahal di masa depan.

2. Spekulatif dan Volatil

Bagi Buffett, kripto terlalu spekulatif. Ia menyebut Bitcoin sebagai “delusi” dan “racun tikus kuadrat”. Aset yang hanya mengandalkan sentimen pasar dianggapnya bukan investasi yang layak, melainkan lebih mirip berjudi.

3. Kurang Bisa Disebut Mata Uang

Meskipun disebut "mata uang kripto", Buffett menilai Bitcoin tidak bisa digunakan secara luas untuk transaksi harian. Stabilitas harga yang buruk dan kurangnya adopsi dalam sistem keuangan resmi membuatnya tidak layak disebut sebagai alat tukar.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut