Mengenal AIxiety, Kecemasan yang Hantui Para Pekerja di Tengah Ancaman AI

Ilustrasi Karyawan yang Sulit Tidur Karena Cemas
Sumber :
  • Pexels.com

Jakarta, VoxPop – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) memang membawa banyak kemudahan. Namun di balik semua itu, muncul fenomena baru yang disebut AIxiety. Istilah ini berasal dari gabungan kata AI dan anxiety, yang menggambarkan perasaan cemas atau takut terhadap dampak AI, terutama dalam sektor pekerjaan.

img_title 3 Aplikasi AI yang Memudahkan untuk Pelajaran Sekolah 2026: Solusi Cerdas Mengatur Jadwal, Tugas, dan Catatan

Bukan hanya kekhawatiran soal kehilangan pekerjaan, AIxiety juga mencakup ketidakpastian masa depan, rasa tidak aman secara profesional, hingga kekhawatiran akan digantikannya nilai-nilai kemanusiaan oleh mesin. 

Di era otomatisasi yang makin agresif, penting bagi Anda untuk mengenali gejala ini agar bisa menghadapinya secara bijak. Berikut informasi lengkapnya seperti dirangkum dari berbagai sumber, Sabtu, 2 Agustus 2025.

img_title Membongkar 3 Smartwatch Terbaik 2026, Ketika Performa, Kesehatan, dan Produktivitas Menjadi Satu Kesatuan

Apa Itu AIxiety?

AIxiety sendiri merujuk pada rasa cemas, tidak pasti, dan khawatir terhadap dampak AI dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam dunia kerja. Istilah ini sudah mulai dikenal luas di luar negeri, termasuk dalam laporan dari SAS, Scientific American, hingga forum-forum seperti Reddit.

img_title Transformasi dan Inovasi Teknologi Makin Pesat, Investasi Modern Lewat AI & Riset Jadi Tren Baru

Sebuah studi di Frontiers in Psychiatry (2024) mengungkap bahwa lebih dari 70% responden mengalami kecemasan eksistensial akibat AI. Mulai dari kekhawatiran akan kehilangan pekerjaan, hilangnya makna dalam bekerja, hingga munculnya potensi dominasi AI terhadap manusia.

Faktor Penyebab AIxiety

Ilustrasi kantor.

Photo :
  • Pixabay.

Berikut beberapa penyebab utama munculnya AIxiety yang banyak dilaporkan di berbagai survei internasional:

1. Ketakutan Kehilangan Pekerjaan

Otomatisasi membuat banyak pekerjaan menjadi usang. AI dapat menggantikan peran manusia dalam bidang administrasi, media, bahkan hukum dan kesehatan. Hal ini memicu kekhawatiran besar akan kehilangan mata pencaharian.

2. Ketidakpastian Masa Depan

Perubahan teknologi yang sangat cepat membuat sebagian orang merasa sulit beradaptasi. Dunia kerja berubah drastis, sementara keterampilan yang dimiliki bisa jadi tak lagi relevan.

3. Kurangnya Literasi Teknologi

Kecemasan meningkat seiring kurangnya pemahaman tentang bagaimana AI bekerja. Ketidaktahuan ini bisa membuat AI tampak seperti ancaman besar, meski tidak semua AI berpotensi negatif.

4. Persaingan Global yang Meningkat

Dengan hadirnya AI, batas geografis dalam dunia kerja nyaris hilang. Anda kini harus bersaing dengan talenta global, bukan hanya dari lingkungan sekitar. Hal ini memperkuat rasa tidak aman terhadap posisi kerja yang dimiliki.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut