Belum Paham Apa Itu Literasi AI? Hati-Hati Gagal Bersaing di Dunia Kerja!

Ilustrasi manajemen data / Artificial Intelligence (AI)
Sumber :
  • SAP

Jakarta, VoxPop – Di tengah derasnya gelombang kecerdasan buatan (AI), dunia kerja global sedang mengalami perubahan besar. Perusahaan dari berbagai sektor mulai mengintegrasikan AI, bukan hanya untuk efisiensi, tapi juga sebagai pendorong inovasi. 

img_title AI Mulai Masuk Pasar Mobil Bekas, Apa Untungnya Buat Konsumen?

Di sisi lain, para profesional dan pencari kerja dituntut untuk cepat beradaptasi—dan literasi AI kini menjadi salah satu bekal utama yang tak bisa diabaikan.

Sebuah laporan kolaborasi LinkedIn dan Access Partnership yang berjudul “AI and the Global Economy: Unlocking Growth and Reshaping Work”, dikutip. Kamis, 7 agustus 2025, memberikan gambaran jelas: masa depan kerja akan sangat bergantung pada seberapa siap seseorang memahami dan menggunakan AI. 

img_title Xpeng Pamer Teknologi AI Lewat X9 dan G6 Pro AWD

Dan kabar baiknya, literasi AI bukan kemampuan eksklusif bagi para insinyur atau ilmuwan data, ia terbuka untuk semua orang yang mau belajar.

Ilustrasi interview kerja

Photo :
  • Freepik
img_title 10 Keunggulan Aplikasi AI dalam Dunia Kerja, Dari Menyusun Strategi hingga Membantu Pengambilan Keputusan Lebih Cepat

1. Literasi AI Bukan Lagi Opsional

“Adopsi [AI] dan kemampuan mengikutinya akan sangat, sangat penting,” kata Bill Gates dalam wawancara terpisah yang memperkuat urgensi tema ini. “Tapi itu tidak menjamin kita tidak akan mengalami banyak dislokasi.”

Artinya, hanya tahu AI ada tidak cukup. Kita perlu tahu cara memakainya untuk menyelesaikan masalah nyata, baik di level pekerjaan individu maupun strategi bisnis.

2. Penggunaan AI Naik, Waktunya Siap Pakai

Laporan LinkedIn menunjukkan bahwa 76% bisnis yang menggunakan generative AI (GAI) seperti ChatGPT, Copilot, dan lainnya mengalami penghematan waktu signifikan. Tapi bukan cuma soal efisiensi. Banyak dari mereka menggunakan AI untuk mendorong inovasi, kreativitas, dan pertumbuhan bisnis.

3. Lowongan Kerja Kini Minta Skill AI

Dalam setahun terakhir, jumlah lowongan yang menyebut keterampilan AI naik lebih dari enam kali lipat. Bahkan, dua pertiga pimpinan bisnis mengatakan mereka tak akan mempekerjakan kandidat yang tak punya keterampilan dasar AI.

Kabar baiknya? Skill ini bisa dipelajari tanpa gelar khusus, cukup dengan rasa ingin tahu dan latihan.

4. Soft Skill Tetap Dibutuhkan, Justru Meningkat Nilainya

Meskipun AI mempermudah pekerjaan teknis, keterampilan manusiawi seperti komunikasi, kepemimpinan, dan empati justru semakin dibutuhkan. Studi ini mengungkap, 8 dari 10 keterampilan dengan pertumbuhan tercepat di LinkedIn adalah soft skill.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut