Gen Z Beralih ke Profesi Jadul, Mengapa Pekerjaan Manual Kini Lebih Diminati?

Ilustrasi Gen Z.
Sumber :
  • freepik.com

Dampak bagi Dunia Kerja dan Gen Z

img_title Analisis Mendalam Aplikasi AI 2026, Teknologi yang Sedang Mengubah Cara Dunia Bekerja Lebih Cepat dari Perkiraan

Tren ini menunjukkan adanya pergeseran prioritas di kalangan Gen Z. Menurut survei Resume Builder, sekitar 42% responden, termasuk lulusan perguruan tinggi, memilih atau bekerja di pekerjaan blue-collar. 

Motivasi utama mereka adalah mengurangi risiko digantikan AI dan menghindari beban utang pendidikan. Laki-laki Gen Z, terlepas dari pendidikan, lebih cenderung memilih karier di bidang trades dibanding perempuan.

img_title Membandingkan ChatGPT, Google Gemini, Claude, Copilot, dan Perplexity, AI Mana yang Paling Unggul untuk Kebutuhan Harian

Sementara itu, meski AI dan robotika terus berkembang, teknologi saat ini belum mampu sepenuhnya menggantikan manusia di dunia nyata. Ken Goldberg dari Robot Learning Foundation menekankan bahwa humanoid robot pengganti pekerja masih merupakan mitos, dan peran manusia tetap dibutuhkan untuk pekerjaan yang kompleks dan sensitif.

AI bukan hanya mengancam pekerjaan kantoran, tetapi juga membuka peluang baru bagi pekerja manual dan terampil. Generasi muda yang bijak memilih untuk menyeimbangkan keamanan finansial, keahlian praktis, dan peluang masa depan dengan memanfaatkan posisi mereka dalam bidang blue-collar.

img_title Cara Aman Menggunakan Aplikasi AI, Kebiasaan Sederhana yang Bisa Melindungi Data Pribadi Anda

Rumah cluster terjangkau dan subsidi yang ditawarkan Perumnas.

Milenial dan Gen Z Banyak yang Ambil Rumah Subsidi, BP Tapera Ungkap Alasannya

Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mengungkapkan pertumbuhan keluarga muda menjadi pendorong utama permintaan rumah subsidi meningkat pada saat ini.

img_title
VoxPop.co.id
4 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut