Dukungan Pemerintah untuk Pertamina Kembangkan SAF dari Minyak Jelantah

Pertamina meluncurkan penerbangan perdana menggunakan SAF berbahan dasar minyak
Sumber :
  • Pertamina

VoxPop – PT Pertamina (Persero) mencetak sejarah baru dalam dunia penerbangan Indonesia dengan meluncurkan penerbangan perdana menggunakan Sustainable Aviation Fuel (SAF) berbahan dasar minyak jelantah atau Used Cooking Oil (UCO), yang diselenggarakan di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, (20/8).

img_title Soroti Kecelakaan Maut Truk Tangki BBM vs Mobil KKN di Mantewe, Pertamina Patra Niaga Beri Penjelasan Resmi

Penerbangan komersial perdana ini dijalankan oleh maskapai Pelita Air, anak usaha Pertamina untuk rute Jakarta–Bali, sebagai bagian dari inisiatif uji coba dan peluncuran ekosistem bahan bakar ramah lingkungan di sektor aviasi nasional.

img_title Cara Pertamina Patra Niaga Dorong Pendidikan Berkualitas bagi Generasi Muda

Pengembangan SAF Pertamina telah mendapat dukungan penuh dari pemerintah.

Wakil Menteri Luar Negeri Arif Havas Oegroseno mengapresiasi langkah Pertamina dalam menyelenggarakan kegiatan Special Flight dengan Pertamina Sustainability Aviation Fuel. Arif mengungkapkan Pertamina dan Indonesia memiliki potensi untuk menjadi leader SAF di dunia.

img_title Harga Pertamax Turun Jadi Rp 15.950 per Liter Mulai 1 Agustus 2026, Intip Daftar Lengkapnya

“Indonesia punya potensi untuk menjadi leadership dalam menggerakkan SAF. Ke depan kita sebagai penghasil SAF harus mampu menjadi hub dalam konteks marketing dan hub policynya. Dan ekspansi market ini tidak hanya di Pelita tapi juga domestik dan internasional,” ujar Arif.

Menurut Arif, penerbangan kali ini terasa spesial, karena Pelita Air menggunakan bahan bakar Pertamina Sustainable Aviation Fuel yang berbahan baku minyak jelantah. Inisiatif ini bertujuan untuk mengurangi emisi karbon pada sektor penerbangan serta menggerakkan ekonomi sirkuler untuk transisi energi bersih.

Deputi Bidang Koordinasi Konektivitas, Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Odo R.M. Manuhutu mengatakan, Indonesia memiliki keunggulan komparatif, yaitu ketersediaan bahan baku yang berlimpah termasuk Used Cooking Oil (UCO)/minyak jelantah.

“Penggunaan minyak jelantah sebagai bahan baku SAF pada penerbangan uji coba ini tidak hanya menunjukkan komitmen transisi energi dan keberlanjutan tetapi juga circular economy, di mana limbah dari kegiatan masyarakat dapat memberikan nilai tambah,” jelas Odo pada kegiatan seremonial penerbangan perdana SAF di Jakarta (20/8/2025).

Selain itu, menurutnya sebagai negara kepulauan, penerbangan adalah urat nadi perekonomian nasional. Dan Pemerintah telah meluncurkan Peta Jalan Pengembangan Industri Nasional Bahan Bakar Berkelanjutan sebagai panduan untuk mencapai kedaulatan energi, dekarbonisasi aviasi, sekaligus menciptakan nilai ekonomi baru melalui rantai pasok energi hijau.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut