Lowongan Kerja Anjlok Drastis, Pakar Sebut Pasar Tenaga Kerja di Titik Kritis

Ilustrasi kelas pekerja.
Sumber :
  • Arabian Business.

Jakarta, VoxPop – Pasar tenaga kerja di Amerika Serikat (AS) kembali menjadi sorotan setelah laporan terbaru menunjukkan adanya penurunan signifikan dalam jumlah lowongan kerja. Angka yang menurun ini menguatkan kekhawatiran bahwa kondisi perekrutan mulai melemah setelah pemulihan pasca-pandemi. 

img_title Ekonomi RI Kuartal II-2026 Tumbuh 5,29 Persen, Airlangga: Di ASEAN Kita Salah Satu yang Top!

Bagi para ekonom, tren ini bisa menjadi sinyal awal perubahan besar pada dinamika pekerjaan di negeri Paman Sam.

Sejak pandemi Covid-19, pasar kerja AS memang mengalami gejolak. Meski sempat bangkit dengan lonjakan perekrutan di berbagai sektor, kini tren sebaliknya mulai terlihat. 

img_title Ekonomi Kuartal II Dinilai Tumbuh Cukup Baik, Purbaya Pede Semester II Capai 6 Persen

Data terbaru dari Biro Statistik Tenaga Kerja (BLS) menunjukkan penurunan lowongan kerja yang jarang terlihat sejak masa pandemi, menandai fase baru yang penuh ketidakpastian bagi para pencari kerja maupun pemberi kerja.

Lowongan Kerja Menurun di Bawah Ekspektasi

img_title Pajak E-Commerce Ditunda, Purbaya Beberkan Alasannya

Ilustrasi pengangguran.

Photo :
  • Freepik

Menurut laporan Job Openings and Labor Turnover (JOLTS), jumlah lowongan kerja pada Juli tercatat sekitar 7,18 juta. Angka ini menjadi yang terendah sejak September 2024, ketika hanya sedikit lebih dari 7,1 juta lowongan dilaporkan. 

Di luar penurunan kecil tahun lalu, level ini terakhir kali terlihat saat pandemi Covid-19 mengguncang ekonomi dan pasar tenaga kerja AS.

Yang lebih mengejutkan, capaian tersebut berada di bawah ekspektasi para ekonom. Survei Dow Jones memperkirakan jumlah lowongan mencapai 7,4 juta, sehingga laporan ini menambah bukti adanya pelemahan nyata di pasar tenaga kerja.

Sinyal Pasar Kerja yang Mulai Melemah

Kekhawatiran ini semakin menguat karena tren penurunan sudah terlihat selama beberapa bulan terakhir, meskipun sebelumnya hanya berdasarkan bukti anekdot. 

“Ini adalah titik balik bagi pasar tenaga kerja,” kata Heather Long, selaku kepala ekonom di Navy Federal Credit Union, seperti dikutip dari CNBC, Kamis, 4 September 2025.

“Ini adalah data lain yang menegaskan bagaimana pasar kerja ini membeku dan sulit bagi siapa pun untuk mendapatkan pekerjaan saat ini,” jelasnya.

Sementara itu, data klaim pengangguran mingguan yang segera dirilis, akan memberikan gambaran lebih lanjut mengenai kesehatan pasar kerja. Setelah itu, publik dan pelaku pasar akan menantikan laporan ketenagakerjaan bulanan yang dijadwalkan rilis pada Jumat, 5 September 2025.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut