Mega Proyek Meta Bangun Kabel Bawah Laut 8.000 Km, Siap Hubungkan Indonesia ke Dunia

Meta.
Sumber :
  • Misrohatun Hasanah

Jakarta, VoxPop – Kawasan Asia Pasifik merupakan rumah bagi lebih dari 58 persen pengguna internet dunia, yang di antaranya banyak mengandalkan infrastruktur global yang kuat untuk konektivitas online dan akses ke teknologi inovatif seperti kecerdasan buatan (AI).

img_title 7 Fakta Kasus Wanita Korban Dugaan Kekerasan oleh Oknum Polisi yang Kini Ditangani Hotman Paris

Meta membayangkan masa depan di mana setiap orang memiliki akses ke AI, kecerdasan super pribadi, dan teknologi-teknologi baru lainnya untuk meningkatkan kualitas hidup dan terhubung satu sama lain.

Oleh karena itu, induk Facebook, Instagram dan WhatsApp itu terus membangun infrastruktur jaringan kelas dunia dengan kapasitas dan ketahanan yang memadai untuk menghadirkan pengalaman online yang kaya bagi orang-orang di seluruh dunia.

img_title Di Balik Skill Hero Hirara, Ini Analisis Statistik, Role, dan Peluang Menjadi Hero Paling Overpowered

"Awal tahun ini, misalnya, kami mengumumkan Waterworth, proyek kabel bawah laut kami yang paling ambisius, yang akan menjangkau lima benua, termasuk Asia, pada akhir dekade ini," demikian keterangan resmi Meta, Senin, 6 Oktober 2025.

Baru-baru ini, Meta membagikan kabar terbaru tentang empat investasi kabel bawah laut lainnya di Asia Pasifik dengan koneksi lanjutan ke seluruh dunia.

img_title Daftar Hero Mobile Legends Wajib Ban di Ranked Season 41, Termasuk Hirara!

Setelah selesai, kabel-kabel ini akan membantu menghadirkan produk, layanan, AI, dan tingkat konektivitas baru Meta kepada miliaran orang di kawasan ini.

"Candle akan menjadi kabel bawah laut berkapasitas terbesar di Asia Pasifik, menghadirkan peningkatan konektivitas ke Jepang, Taiwan, Filipina, Indonesia, Malaysia, dan Singapura, tahun 2028. Membentang sepanjang 8.000 kilometer (km), Candle akan menghubungkan lebih dari 580 juta orang dengan kapasitas 570 terabit per detik (Tbps)," jelas Meta.

Bekerja sama dengan perusahaan telekomunikasi terkemuka di kawasan ini, Candle akan memanfaatkan teknologi kabel 24 pasang serat yang baru dikembangkan untuk memberikan lebar pita yang serupa dengan kabel berkapasitas terbesar Meta saat ini, Anjana.

Pada 2021, Meta dan para mitra berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas transpasifik sebesar 70 persen melalui dua kabel bawah laut, Bifrost dan Echo.

Bifrost kini menghubungkan Singapura, Indonesia, Filipina, dan Amerika Serikat (AS), dengan Meksiko yang diharapkan pada 2026.

Bifrost akan memetakan jalur yang berbeda dari kabel transpasifik sebelumnya untuk menambahkan lebih dari 260 Tbps redundansi ke rute digital populer ini.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut