Penetrasi Pindar di Luar Jawa Masih Rendah

Ilustrasi pinjaman daring (pindar) disetujui.
Sumber :
  • istockphoto.com

Jakarta, VoxPop – Industri pinjaman daring (pindar) memainkan peran penting dalam mendorong inklusi keuangan di Indonesia.

img_title Opsi Pembiayaan Geser ke Platform Digital, OJK: Utang Pinjol Masyarakat Capai Rp 105 Triliun Per Juni 2026

Hal ini disampaikan Bernardino Moningka Vega, wakil ketua umum Bidang Hubungan Luar Negeri Kamar Dagang dan Industri (Kadin).

Menurutnya, pindar menjadi pintu masuk bagi 132 juta penduduk dan 46 juta usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang selama ini belum terlayani oleh layanan keuangan formal.

img_title Kadin Optimistis RI dan Thailand Bisa Genjot Kerja Sama Sektor Ketahanan Pangan

“Kemudahan dan kecepatan akses pembiayaan melalui fintech lending atau pindar menjadi solusi bagi masyarakat maupun UMKM yang membutuhkan, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang,” kata pria yang juga petinggi AdaKami.

Kondisi ini sejalan dengan hasil studi terbaru berjudul 'Financial Inclusion in the Digital Age: New Insights From Indonesia Credit Bureau Data'.

img_title PMI Manufaktur Tunjukkan Sinyal Positif, Kadin Ingatkan Industri Belum Pulih Secara Kuat

Studi tersebut menunjukkan bahwa banyak peminjam pertama kali mengakses kredit melalui platform fintech. Hal ini menegaskan peran penting pindar dalam menjangkau kelompok masyarakat yang sebelumnya tidak tersentuh sistem perbankan tradisional.

Meski demikian, Bernardino menekankan bahwa pertumbuhan industri harus sejalan dengan peningkatan inklusi keuangan di seluruh wilayah Indonesia.

Ia mencatat penetrasi pindar di luar Jawa masih relatif rendah, yaitu 32 persen di pedesaan dibanding 49 persen di wilayah metropolitan.

Untuk memperluas jangkauan, beberapa faktor menjadi kunci, termasuk integrasi dengan biro kredit, penetrasi internet dan telepon seluler, regulasi yang kuat, serta kolaborasi antar pihak terkait.

Selain akses yang luas, Bernardino juga menekankan pentingnya pelindungan konsumen. Penyaluran pembiayaan, menurutnya, harus dilakukan sesuai standar yang jelas dan praktik etis.

“Pertumbuhan industri tidak hanya diukur dari volume transaksi atau profit, tetapi juga dari kenyamanan dan keamanan konsumen,” jelas wakil ketua umum Bidang Hubungan Luar Negeri Kadin.

Ia menambahkan menyadari hal tersebut industri berkomitmen untuk terus meningkatkan standar layanan sesuai regulasi yang berlaku, sehingga pertumbuhan pindar dapat berlangsung berkelanjutan sambil tetap melindungi konsumen.

Dengan langkah ini, harapannya pindar tidak hanya menjadi solusi pembiayaan cepat, tetapi juga strategi penting dalam memperluas akses keuangan bagi masyarakat dan UMKM di seluruh Indonesia.

Kadin pusat dan daerah se-Indonesia bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara

Kadin Kalteng Dukung Prabowo Pangkas BUMN Bermasalah: Bawa Angin Segar Iklim Investasi

Kadin Kalteng menilai kebijakan memangkas ribuan BUMN menjadi angka ideal berkisar 250 hingga 300 perusahaan akan mencatatkan sejarah manis bagi kepemimpinan nasional.

img_title
VoxPop.co.id
4 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut