Rupiah Masih Tertekan Imbas Turunnya Cadangan Devisa di September 2025

Tumpukan uang rupiah dengan berbagai nominal
Sumber :
  • istockphoto.com

Jakarta, VoxPop – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi masih akan bergerak fluktuatif, namun ditutup melemah pada perdagangan hari ini.

img_title Namanya Masuk Bursa Calon Gubernur BI Pengganti Perry, Begini Respons Purbaya

Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau Jisdor BI, kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berada di level Rp 16.534 per Kamis, 9 Oktober 2025. Posisi rupiah itu tercatat menguat 72 poin, dari kurs sebelumnya di level Rp 16.606 pada perdagangan Rabu, 8 Oktober 2025.

Sementara perdagangan di pasar spot pada Jumat, 10 Oktober 2025 hingga pukul 09.12 WIB, rupiah ditransaksikan di level Rp 16.582 per dolar AS. Posisi tersebut melemah 14 poin atau 0,08 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 16.568 per dollar AS.

img_title Bos BCA Ungkap Pesan Khusus untuk Calon Perngganti Perry Warjiyo Jadi Gubernur BI

Ilustrasi mata uang Rupiah.

Photo :
  • Pixabay/IqbalStock

Pengamat Pasar Uang, Ibrahim mengatakan, cadangan devisa Indonesia pada akhir September 2025 tercatat sebesar US$148,7 miliar, lebih rendah dari posisi pada akhir Agustus 2025 yang sebesar US$150,7 miliar.

img_title Hasto PDIP: Pengganti Perry Warjiyo Harus Paham Stabilisasi Moneter

Perkembangan tersebut dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah. Serta, dipengaruhi kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah Bank Indonesia, dalam menghadapi ketidakpastian pasar keuangan global yang tetap tinggi.

Posisi cadangan devisa akhir September 2025 tersebut setara dengan pembiayaan 6,2 bulan impor, atau setara 6,0 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Serta, berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

Bank Indonesia menilai, cadangan devisa ini tetap kuat guna mendukung ketahanan sektor eksternal, serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. BI juga akan terus meningkatkan sinergi dengan Pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal, guna menjaga stabilitas perekonomian untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Ke depan, Bank Indonesia meyakini ketahanan sektor eksternal tetap kuat sejalan dengan prospek ekspor yang tetap terjaga, serta neraca transaksi modal dan finansial yang diprakirakan tetap mencatatkan surplus. 

Hal itu sejalan dengan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian domestik, dan imbal hasil investasi yang tetap menarik.

"Mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 16.560 - Rp 16.660," ujarnya.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo

DPR soal Pengganti Perry Warjiyo: Harus Independen, Tak Ada Pengaruh Politik

Anggota Komisi XI DPR RI, Marwan Jafar angkat bicara soal sosok yang akan menggantikan Perry Warjiyo untuk mengisi kursi Gubernur Bank Indonesia (BI).

img_title
VoxPop.co.id
29 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut