Harga Bitcoin Rebound Usai Anjol Akhir Pekan Lalu, Analis: Pasar Kripto Rentan

Ilustrasi mata uang kripto.
Sumber :
  • ANTARA/REUTERS/Dado Ruvic/Ilustrasi

Jakarta, VoxPop – Investor kripto saat ini tengah ketar-ketir mencermati perkembangan negosiasi dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China. Kenapa? Hal tersebut dinilaimenjadi kunci utama stabilitas pasar digital dan tradisional pada kuartal IV-2025.

img_title Investasi Bitcoin vs Emas, Mana yang Bikin Cepat Kaya? Begini Perbandingan Keuntungan dan Risikonya

Financial Expert Ajaib Panji Yudha mengatakan, prilaku investor itu merespons pasar kripto global yang mengalami rebound dalam 24 jam terakhir. Dengan, Bitcoin (BTC) menguat empat persen setelah anjlok pada akhir pekan, yang mana rebound dipicu oleh meredanya ketegangan dagang antara AS dan China

“Hari ini, Bitcoin berpotensi bergerak di sekitar US$113.000-116.000, sedangkan Ethereum berpotensi bergerak di sekitar 4.100-4.300 dolar AS,” ujar Panji dikutip dari keterangannya di Jakarta, Senin, 13 Oktober 2025.

img_title ETF Bitcoin Masuk US$75,7 Juta Pertengahan Juli 2026, Pertanada Apa?

Panji menjelaskan, rebound pasar kripto merupakan respons terhadap guncangan hebat yang melanda pasar pada Jumat (10/10). Pengumuman Presiden AS Donald Trump terkait kenaikan tarif 100 persen pada impor China dan kontrol ekspor perangkat lunak memicu gejolak geopolitik ekstrem.

Bitcoin, Ethereum, dan aset kripto lainnya.

Photo :
  • Business Today
img_title Mengapa Harga Bitcoin Bisa Anjlok Mendadak? Intip Cara Baca Indikator RSI

Melansir data Coinglass, Panji menjelaskan peristiwa itu menyebabkan likuidasi kripto terbesar dalam sejarah, dengan lebih dari US$19 miliar posisi leveraged terhapus hanya dalam 24 jam, yang memukul sekitar 1,6 juta trader.

Bitcoin (BTC) memimpin kerugian, anjlok lebih dari 12 persen dari All Time High (ATH) di atas US$125.000 menjadi di bawah US$113.000. BTC menanggung likuidasi sebesar US$5,34 miliar, diikuti Ethereum sebesar US$4,39 miliar, dan Solana sebesar US$2 miliar.

“Likuidasi dramatis ini menegaskan betapa rentan pasar kripto terhadap peristiwa geopolitik,” ujar Panji.

Sebagai informasi, dalam 24 jam terakhir, harga Bitcoin (BTC) menguat 4,24 persen dan bertengger di level 121.750 dolar AS atau setara Rp2.02 miliar.

Dominasi pasar BTC (BTC.D) saat imi berada di level 59,48 persen, sementara total kapitalisasi pasar aset kripto turun 5,55 persen menjadi 3,86 triliun dolar AS. (Ant)

Chief Marketing Officer Indodax, Aloysia Dian.

Bitcoin Sentuh US$65.500, Investor Perlu Cermati Sederet Faktor Fundamental yang Pengaruhi Pasar Kripto

Penguatan tersebut juga diikuti oleh sejumlah aset kripto berkapitalisasi besar, di antaranya Ethereum (ETH) yang diperdagangkan di kisaran US$1.880, XRP sekitar US$1.11

img_title
VoxPop.co.id
25 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut