3 Jurusan Kuliah Ini Paling Terancam AI di 2026, Lulusannya Bakal Sulit Dapat Kerja?

Ilustrasi wisuda/lulus kuliah.
Sumber :
  • Pixabay/McElspeth

Jakarta, VoxPop – Perkembangan kecerdasan buatan (AI) telah mengubah wajah dunia kerja dan pendidikan secara drastis. Profesi yang dulunya stabil kini berpotensi digantikan oleh otomatisasi, sementara keterampilan berbasis AI menjadi syarat utama agar tetap relevan. 

img_title 7 Kecanggihan Kacamata Pintar Modern, Fitur Rekam Video yang Mengubah Industri Konten Kreator

Perguruan tinggi perlu menyesuaikan kurikulum mereka, dan mahasiswa harus mempersiapkan diri agar tidak tertinggal.

Menurut World Economic Forum, AI diprediksi akan menghapus hingga 92 juta pekerjaan, sekaligus menciptakan 78 juta pekerjaan baru di ekonomi global. Artinya, jurusan kuliah tertentu yang dulunya diminati bisa menjadi kurang relevan jika tidak diimbangi dengan keterampilan AI.

img_title 3 Aplikasi AI untuk Transkrip Video 2026, Ketika Editing dan Dokumentasi Menjadi Lebih Efisien

Melansir dari Forbes, Jum'at, 17 Oktober 2025, berikut tiga jurusan yang diperkirakan paling terancam AI pada 2026.

Ilustrasi wisuda.

Photo :
  • Pixabay/Pexels
img_title HP Android Sedang Mengalami Revolusi Besar, AI Menjadi Alasan Utama Banyak Orang Mulai Upgrade Smartphone

1. Akuntansi dan Pembukuan

Jurusan akuntansi dan pembukuan, terutama level entry, berisiko tergantikan AI. Banyak tugas rutin seperti laporan keuangan, penghitungan pajak, dan pembukuan kini bisa diotomatisasi oleh software berbasis AI.

Mahasiswa yang ingin tetap relevan perlu memperluas kemampuan mereka, misalnya dengan menguasai AI untuk keuangan atau analisis data tingkat lanjut. Selain itu, mempelajari peran sebagai penasihat keuangan atau bekerja di manajemen aset dan venture capital bisa menjadi alternatif untuk menambah nilai profesional.

Pendekatan ini memastikan lulusan akuntansi tidak hanya menguasai pekerjaan rutin, tetapi juga siap menghadapi otomatisasi yang terus berkembang.

2. Komunikasi, Marketing, dan Periklanan

Bidang komunikasi dan marketing mengalami transformasi besar karena AI. Penggunaan AI untuk pembuatan konten, strategi pemasaran, media sosial, hingga press release membuat sebagian peran tradisional berisiko berkurang.

Untuk tetap relevan, universitas perlu mengintegrasikan AI dalam kurikulum marketing, PR, dan komunikasi. Mahasiswa harus mempelajari alat-alat AI populer, seperti HubSpot, SEMrush, dan Jasper AI, serta memahami etika penggunaan AI agar konten tetap manusiawi dan sesuai suara perusahaan.

Dengan menguasai AI sekaligus kreativitas strategis, lulusan marketing bisa tetap bersaing dan berinovasi di dunia kerja yang semakin otomatis.

3. Desain Grafis

Generative AI seperti ChatGPT, DALL·E, MidJourney, dan Sora2 memungkinkan siapa saja membuat logo, materi iklan, dan branding secara instan. Ini membuat desain grafis tradisional semakin terancam.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut