Mentan Amran Ungkap Pendapatan Puluhan Ribu Anak Muda di Daerah Ini Jadi Petani Capai Rp 20 Juta/Bulan

Ilustrasi petani.
Sumber :

Jakarta, VoxPop – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meengungkapkan bahwa saat ini sudah ada sekitar  27 ribu anak muda yang saat ini menjadi petani dengan berpendapatan fantastis. Bahkan, mencapai Rp15 juta hingga Rp20 juta per bulan.

img_title Nilai Tukar Petani Meningkat 0,15 Persen di Juli 2026

Amran mengatakan, Pemerintah memberikan dukungan berupa fasilitas dan alat pertanian secara hibah, sehingga para petani muda dapat langsung berproduksi dengan efisien. Kemudian, minat anak muda generasi milenial dan Gen Z terhadap sektor pertanian juga mulai meningkat seiring dengan masuknya teknologi modern ke dalam sistem pertanian.

“Mereka dari Merauke, dari Kalimantan dan Aceh itu pendapatannya rata-rata Rp15 juta sampai Rp20 juta. Kami berikan fasilitas, kami berikan alat pertanian hibah untuk mereka. Dan nanti ini Insya-Allah berkelanjutan,” katanya dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu.

img_title KNPI Dukung Mentan Amran 'Sikat' Mafia Beras yang Rugikan Negara

Presiden Prabowo Subianto dan Mentan Amran Sulaiman

Photo :
  • Dok. Istimewa

Amran mengaku optimistis tren itu akan terus tumbuh, terutama karena pemerintah tengah menggencarkan program cetak sawah baru seluas tiga juta hektare.

img_title 3 HP Murah dengan Sinyal Kuat dan Baterai Besar, Solusi Praktis bagi Petani di Daerah Pedesaan

Lahan tersebut akan dibangun berbasis teknologi tinggi dan dikembangkan dalam bentuk kluster, yang disebut setara dengan sistem pertanian negara maju seperti Amerika Serikat dan China. Model tersebut dinilai lebih efisien dan mampu menarik minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian.

Sementara itu, berdasarkan Sensus Pertanian 2023 yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), mayoritas petani di Indonesia masih berasal dari kelompok usia tua.

Ilustrasi petani.

Photo :
  • VoxPop/Diki Hidayat

Sekitar 70 persen petani berusia di atas 40 tahun, dengan dominasi terbesar berasal dari Generasi X (lahir 1965–1980) yang mencakup 42,39 persen, disusul oleh Baby Boomers (1946–1964) sebesar 27,61 persen.

Sedangkan partisipasi generasi muda masih tergolong rendah. Milenial (1981–1996) hanya mencakup 25,61 persen dari total petani, dan generasi Z (1997–2012) bahkan lebih kecil lagi, yakni hanya 2,14 persen. (Ant)

Ditjen Perkebunan Kementan meningkatkan ekstensifikasi dan intensifikasi tebu

Pemerintah Wajibkan Industri Gula Punya Kebun Tebu Sendiri, Asosiasi Petani Buka Suara

Ketua Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI), Soemitro Samadikoen menilai, aturan tersebut sulit direalisasikan dalam waktu dekat.

img_title
VoxPop.co.id
3 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut