Singapura dan Hong Kong Jadi Surga Family Office, Indonesia Siap Nyusul?

Ilustrasi orang kaya
Sumber :
  • freepik.com/ jcomp

Fenomena ini paling terasa di Asia, di mana generasi kedua dan ketiga pengusaha mulai mengubah family office menjadi platform berstandar institusional.

img_title Sedang Berlangsung! Ini Link Live Streaming Pertandingan Timnas Indonesia Vs Singapura di Piala AFF 2026

“Kami melihat keluarga yang tidak lagi sekadar mengelola kekayaan, tetapi membangun platform yang mampu menopang mereka lintas batas negara dan generasi,” ujar Christos Anagnostopoulos, Kepala Penasihat Family Office Julius Baer untuk Asia.

Selain transformasi struktural, laporan tersebut juga menyoroti tren investasi baru di kalangan keluarga ultra-kaya. Pasar privat kini menjadi medan utama mereka. Investasi pada real estate, private equity, venture capital, infrastruktur, dan kredit privat kini menyumbang sekitar 35 persen atau lebih dari total portofolio keluarga superkaya.

img_title Link Live Streaming Timnas Indonesia Vs Singapura di Piala AFF 2026 Malam Ini: Nasib Garuda Ditentukan 90 Menit

“Aset-aset ini tidak bisa diperdagangkan hanya dengan satu klik, dan justru itulah daya tariknya,” ujar Giuseppe De Filippo, Kepala Pasar Modal Privat Julius Baer. 

“Bagi keluarga yang berpikir jangka panjang, likuiditas rendah bukan kelemahan, melainkan fitur. Ini membuka peluang unik dan apa yang kami sebut ‘illiquidity premium’, tambahan imbal hasil karena menanamkan modal dengan kesabaran dan keyakinan.”

img_title Jelang Lawan Singapura, Coach Justin Minta John Herdman Tinggalkan Formasi 3 Bek

Laporan Julius Baer menegaskan, fenomena family office akan terus berkembang dan berevolusi. Dari yang semula hanya berupa sistem pembukuan sederhana, kini family office telah menjadi struktur kekuasaan baru abad ke-21. 

Para miliarder tak hanya mengelola uang, tetapi juga mengelola waktu, nilai, dan pengaruh, agar kekayaan mereka mampu bertahan menghadapi generasi berikutnya, bahkan krisis global sekalipun.

Indonesia Siap Nyusul? 

Sebagaimana diketahui, pemerintah Indonesia, melalui Dewan Ekonomi Nasional (DEN) yang dipimpin oleh Luhut Binsar Pandjaitan, telah mengusulkan pembentukan family office di Indonesia. Rencana ini bertujuan untuk menarik dana dari keluarga kaya dunia, yang diperkirakan mencapai sekitar US$11,7 triliun atau setara dengan Rp191,48 kuadriliun, dan menempatkan sebagian dari dana tersebut di Indonesia. 

Dengan demikian, jika Indonesia berhasil menarik 5 persen dari dana tersebut, akan ada sekitar US$585 miliar atau setara dengan Rp9,5 triliun yang dapat diinvestasikan di dalam negeri.

Luhut menegaskan bahwa pembentukan family office ini tidak akan menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Sebaliknya, dana akan berasal dari investor swasta, dan negara hanya perlu menyediakan regulasi yang mendukung serta insentif pajak untuk menarik minat investor.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut