Sinyal Jeda The Fed Bikin Kripto Rontok, Bitcoin Turun ke US$111.000

Aset kripto.
Sumber :
  • wikimedia

Jakarta, VoxPop – Pasar kripto bergejolak setelah Ketua Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell mengumumkan pemangkasan suku bunga lanjutan pada bulan Desember 2025 masih jauh dari pasti. Pernyataan itu disampaikan usai The Fed memotong suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) pada Rabu, 29 Oktober 2025. 

img_title Investasi Bitcoin vs Emas, Mana yang Bikin Cepat Kaya? Begini Perbandingan Keuntungan dan Risikonya

Pemangkasan suku bunga yang kedua kali pada tahun ini sekaligus terendah sejak tahun 2019. Setelah penurunan seperempat persentasi, kini suku bunga acuan AS beradai di kisaran 3,75 persen hingga 4 persen.

Meski langkah tersebut sudah sesuai ekspektasi pasar, investor menyoroti nada hati-hati Powell yang memberi sinyal jeda pada kebijakan pelonggaran berikutnya. Sinyal tersebut langsung memukul ekspektasi pelaku pasar yang sebelumnya memperkirakan penurunan suku bunga akan berlanjut hingga akhir tahun.

img_title ETF Bitcoin Masuk US$75,7 Juta Pertengahan Juli 2026, Pertanada Apa?

“Pemangkasan suku bunga pada pertemuan Desember bukan sesuatu yang pasti, jauh dari itu,” ujar Powell dalam konferensi pers, dikutip dari CoinCentral pada Kamis, 30 Oktober 2025.

Investasi kripto.

Photo :
  • www.freepik.com/free-vector
img_title Mengapa Harga Bitcoin Bisa Anjlok Mendadak? Intip Cara Baca Indikator RSI

Tidak lama setelah pernyataan Powell, harga aset kripto utama langsung merosot. Berdasarkan data TradingView, Bitcoin anjlok 1,49 persen ke level US$111.237 dan Ethereum turun 1,07 persen menjadi US$3.937. 

Ethereum bahkan sempat menembus level terendah hariannya di bawah US$3.910. Pelemahan tersebut juga diikuti oleh penurunan di pasar saham global serta kenaikan imbal hasil obligasi AS.

Investor menilai nada pernyataan Powell menandakan perubahan arah kebijakan dari sikap dovish menjadi lebih berhati-hati. Sinyal ini menekan minat terhadap aset berisiko, termasuk kripto, yang sebelumnya diuntungkan oleh ekspektasi pelonggaran moneter berkelanjutan.

Analis menilai volatilitas pasar kripto kali ini menunjukkan betapa sensitifnya aset digital terhadap arah kebijakan suku bunga AS. Tanpa kepastian mengenai pemangkasan lanjutan, investor cenderung mengurangi eksposur terhadap instrumen berisiko dan kembali ke aset yang lebih aman.

Dalam kesempatan yang sama, The Fed juga mengonfirmasi bahwa program pengurangan neraca (balance sheet runoff) akan berakhir pada 1 Desember 2025 mendatang. Powell menjelaskan, keputusan diambil karena likuiditas di sistem keuangan dianggap cukup stabil, dan langkah ini diharapkan menjaga pasar pendanaan jangka pendek tetap seimbang.

Chief Marketing Officer Indodax, Aloysia Dian.

Bitcoin Sentuh US$65.500, Investor Perlu Cermati Sederet Faktor Fundamental yang Pengaruhi Pasar Kripto

Penguatan tersebut juga diikuti oleh sejumlah aset kripto berkapitalisasi besar, di antaranya Ethereum (ETH) yang diperdagangkan di kisaran US$1.880, XRP sekitar US$1.11

img_title
VoxPop.co.id
25 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut