Bos Pertamina Pastikan Operasi Awal Unit RFCC Kilang Balikpapan Telah Dimulai

Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri
Sumber :
  • Pertamina

Jakarta, VoxPop – Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri memastikan, pihaknya telah memulai pengoperasian awal unit utama pengolahan atau Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) Complex, hasil Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan pada peringatan Hari Pahlawan 10 November 2025.

img_title Harga Pertamax Turun Jadi Rp 15.950 per Liter Mulai 1 Agustus 2026, Intip Daftar Lengkapnya

“Kami berharap bisa juga mendapat dukungan dari Pak Presiden (Prabowo Subianto). Tentunya saya juga sampaikan di kesempatan yang lalu, RDMP ini prosesnya masih tetap terus berjalan,” kata Simon di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin, 10 November 2025.

Unit RFCC merupakan unit utama kilang, sebagai jantung modernisasi kilang yang akan memproduksi bahan bakar berstandar setara Euro V dan meningkatkan efisiensi serta nilai ekonomi Kilang Balikpapan.

img_title Terminal LPG Tanjung Sekong Jaga Pasokan 40 Persen Kebutuhan LPG Nasional

Kilang Pertamina Balikpapan.

Photo :

Proyek RDMP Balikpapan sendiri merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dijalankan PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), melalui anak usahanya PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB).

img_title Wadirut Pertamina Bagikan Upaya Pertamina Mendukung Ketahanan Energi Nasional

Dengan nilai investasi mencapai US$7,4 miliar atau sekitar Rp 120 triliun, proyek ini menjadi modernisasi kilang terbesar di Indonesia dan salah satu proyek energi paling strategis di Asia Tenggara.

Proyek strategis dalam rangka revitalisasi kilang domestik ini sejalan dengan Astacita pemerintah, khususnya dalam memperkuat hilirisasi energi dan kemandirian industri migas nasional, meningkatkan nilai tambah sumber daya dalam negeri, serta memperkuat ketahanan dan kedaulatan energi nasional.

Proyek RDMP Balikpapan telah menyelesaikan beberapa tahapan proyek penting, yakni keberhasilan uji coba kapasitas Unit Penyulingan sehingga menambah kapasitas pengolah minyak mentah dari 260 ribu menjadi 360 ribu barel per hari, commissioning sarana tambat Single Point Mooring (SPM) 320.000 DWT untuk penyandaran kapal jenis Very Large Crude Carrier (VLCC).

Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri

Photo :
  • Pertamina

Juga penyelesaian pembangunan dua unit Tangki Penyimpanan Minyak Mentah Baru dengan masing-masing berkapasitas 1 juta barel di Lawe-lawe serta keberhasilan pengoperasian unit Pemurnian LPG dengan kapasitas produksi saat ini 43 ribu ton per tahun.

"Kami juga ada target yang Nafta Block untuk bensin yang kami targetkan itu di 2026," ujarnya.

Sebagai informasi, secara ekonomi RDMP Balikpapan akan memberikan dampak signifikan terhadap kemandirian energi nasional, dengan penghematan impor BBM hingga Rp 68 triliun per tahun, dan kontribusi terhadap PDB nasional mencapai Rp 514 triliun.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut