Tren Microretirement Makin Populer di Kalangan Gen Z, Apa Dampaknya untuk Masa Depan Karier?
- Pexels.com
Ada pandangan bahwa usia hidup yang lebih panjang membuat jeda panjang bukan lagi kemewahan, tetapi kebutuhan. Pakar perjalanan, Michael Edwards, juga menekankan urgensi mengambil jeda lebih awal.
“Saat kita hidup dan bekerja lebih lama, masa pensiun terasa semakin jauh,” ujarnya. "Ada rasa ‘mengapa harus menunggu?’ Tidak ada yang tahu apa yang terjadi di masa depan dan bagi banyak orang, masa pensiun mungkin terasa terlambat untuk melakukan perjalanan yang selama ini diimpikan,” ungkapnya.
Meski begitu, microretirement tetap memiliki risiko yang harus dipertimbangkan. Jeda panjang dapat memengaruhi pendapatan, hasil investasi, hingga dana pensiun yang berkurang.
Dari sisi karier, persepsi perusahaan juga menjadi tantangan. Beberapa pimpinan HR memperingatkan bahwa seseorang bisa dianggap kurang stabil secara profesional. Di industri yang kompetitif, pandangan ini bisa menjadi hambatan besar bagi mereka yang ingin naik jabatan atau berpindah perusahaan.
