Tak Cuma Ekonomi 8 Persen, Purbaya Beberkan Syarat RI Buat Jadi Negara Maju

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa
Sumber :
  • [tangkapan layar]

Jakarta, VoxPop – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menanggapi keraguan sejumlah pihak perihal target pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai 8 persen, sebagaimana yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

img_title Prabowo Ajak Klub hingga Media Bersatu Wujudkan Mimpi Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2030

Meski menilai bahwa target itu merupakan langkah awal yang baik, namun Purbaya mengakui bahwa pertumbuhan ekonomi 8 persen itu memang belum cukup untuk mengantarkan Indonesia menjadi negara maju.

"Tapi kita juga harus menciptakan pertumbuhan ekonomi double digit selama lebih dari 10 tahun, baru ada harapan kita menjadi negara maju," kata Purbaya di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis, 20 November 2025.

img_title Datangi Istana, Pimpinan MPR Undang Langsung Prabowo ke Sidang Tahunan 14 Agustus 2026

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, Konferensi Pers Lapor Pak Purbaya (14/11

Photo :
  • [Mohammad Yudha Prasetya]

Tanpa pemahaman ilmu ekonomi yang mumpuni, Purbaya berpendapat bahwa target pertumbuhan ekonomi 8 persen itu memang terkesan mustahil dicapai. Namun, Dia meyakini bahwa sebagai penganut pandangan ekonomi Soemitro Djojohadikoesoemo, Presiden Prabowo tentunya sudah memiliki strategi sendiri yang digadang melalui prinsip ekonomi Soemitronomics.

img_title Pesan Prabowo di Kongres PSSI 2026: Negara Tak Boleh Mematikan Mimpi Anak Indonesia Bela Timnas

"Saya pikir dia (Prabowo) terinspirasi oleh ajaran Soemitronomics, (prinsip ekonomi) bapaknya sendiri. Bapaknya itu orang pinter, ekonom jagoan," ujarnya.

Dia memaparkan, Soemitronomics memiliki tiga pilar dalam menilai pertumbuhan ekonomi, antara lain yakni pertumbuhan ekonomi tinggi, pemerataan manfaat pembangunan, dan stabilitas nasional. "Tiga-tiganya harus ada. Kalau satu enggak ada, itu ekonominya bisa rentan," kata Purbaya.

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa di Kompleks Parlemen, Senayan

Photo :
  • Yeni Lestari/VoxPop

Melalui sejumlah program seperti misalnya Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, hingga Sekolah Rakyat, Purbaya meyakini bahwa program-program itu merupakan bentuk implementasi Presiden Prabowo atas prinsip Soemitronomics yang coba diterapkannya.

Terlebih, Purbaya mengatakan bahwa program-program itu merupakan perwujudan dari upaya Presiden Prabowo, dalam memeratakan manfaat pembangunan dan menciptakan stabilitas nasional.

"Jadi kalau ada program langsung dari pemerintah, yang langsung menangani masalah mereka atau meringankan beban hidup mereka, mereka langsung sangat senang ke pemimpinnya," kata Purbaya.

"Jadi jelas, MBG itu kan pemerataan pembangunan ke bawah. Terus karena orangnya senang, ya stabilitas sosial politiknya kira-kira terjaga," ujarnya.

Konferensi Pers KSSK

Meski KSSK Sebut Sistem Keuangan RI Stabil, Purbaya Tetap Waspadai Potensi Tekanan Global

Purbaya menyampaikan, rapat KSSK telah memastikan bahwa kondisi sistem keuangan RI tetap stabil terjaga, meskipun ketidakpastian global meningkat pada kuartal II-2026.

img_title
VoxPop.co.id
3 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut