Strategi Bisnis Ini Jadi Senjata Perusahaan Asuransi Tetap Tangguh

Ilustrasi asuransi
Sumber :
  • Shutterstock

Jakarta, VoxPop – Banyak perusahaan menempatkan penguatan manajemen risiko, tata kelola, dan digitalisasi sebagai fondasi penting agar tetap adaptif, efisien, dan tepercaya di mata nasabah.

img_title Keresahan Jadi Peluang, Rabundo Bawa Cita Rasa Bumbu Rendang Minang Menembus Pasar Nasional Melalui Pemberdayaan BRI

PT BRI Asuransi Indonesia (BRI Insurance) menjadi salah satu perusahaan yang menekankan pentingnya tata kelola dan kapabilitas organisasi dalam menghadapi dinamika industri. Berbagai langkah strategis diterapkan untuk memperkuat fondasi bisnis, termasuk pengembangan struktur, proses, dan evaluasi hasil tata kelola secara menyeluruh. 

Pendekatan ini tidak hanya bertujuan memenuhi regulasi, tetapi juga membangun budaya kerja yang konsisten dan berorientasi jangka panjang. Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko BRI Insurance,  Supriyadi, menekankan pentingnya integritas dalam praktik tata kelola. 

img_title BRI Peduli Genjot Usaha Peternak Sapi Perah di Malang, Produksi hingga Pemasaran Kini Makin Berkembang

“Bagi kami, tata kelola yang baik bukan hanya memenuhi regulasi, tetapi sudah menjadi budaya kerja yang melekat dalam setiap proses bisnis dan pengambilan keputusan,” ujar Heri, sebagaimana dikutip dari siaran pers, Jumat, 28 November 2025.

Penguatan tata kelola ini sejalan dengan upaya perusahaan dalam memperkuat daya saing dan menyiapkan kapabilitas organisasi untuk menghadapi tantangan masa depan. Direktur Utama BRI Insurance, Budi Legowo, menyatakan bahwa konsistensi dalam praktik governance menjadi salah satu kunci keberlanjutan bisnis.

img_title Terjang Ombak, Dedikasi Mantri BRI yang Membuka Jalan Akses Finansial hingga Perbaiki Nasib Nelayan di Pulau Seram

Selain itu, pengembangan manajemen risiko dan digitalisasi layanan menjadi fokus strategis perusahaan untuk meningkatkan efisiensi dan relevansi produk. “Dinamika industri asuransi akan terus berkembang. Kami berkomitmen membangun kapabilitas dinamis, memperkuat fondasi bisnis, dan menghadirkan solusi perlindungan yang relevan serta bernilai tambah bagi nasabah dan seluruh pemangku kepentingan,” ungkap Budi.

Perkembangan ini mencerminkan tren industri asuransi secara lebih luas, di mana perusahaan berusaha meningkatkan kapasitas internal untuk mengantisipasi volatilitas dan klaim tinggi. Langkah-langkah tersebut meliputi pemodelan risiko yang lebih presisi, pemanfaatan analitik data untuk mendukung pengambilan keputusan, serta modernisasi proses underwriting agar lebih adaptif terhadap ketidakpastian.

Sebagai penegasan komitmen tata kelola, BRI Insurance meraih Corporate Governance Perception Index (CGPI) – Indonesia Most Trusted Companies pada CGPI Award 2025. Program ini diinisiasi oleh The Indonesian Institute for Corporate Governance (IICG). 

"Penghargaan CGPI ini merupakan refleksi atas konsistensi BRI Insurance dalam menjalankan prinsip GCG (Good Corporate Governance atau Tata Kelola Perusahaan yang Baik)," papar Heri. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut