Frugal Living Ekstrem Ala Charlie Munger, Tinggal 70 Tahun di Rumah Tanpa AC Meski Punya Mansion Mewah

Miliarder Charlie Munger
Sumber :
  • The Profile

Jakarta, VoxPop – Ketika membayangkan kehidupan seorang miliarder, kebanyakan orang mungkin akan membayangkan rumah super mewah, fasilitas serba canggih, dan kenyamanan kelas atas. Namun kisah Charlie Munger, partner legendaris Warren Buffett di Berkshire Hathaway, justru berbanding terbalik. 

img_title Warren Buffett Tak Pernah Menjadikan Emas Pilihan Investasi Utama, Ini 4 Alasannya

Di balik sosok investor jenius yang kekayaannya mencapai miliaran dolar, ada gaya hidup yang sederhana, konsisten, dan jauh dari glamor. 

Munger, yang wafat pada November 2023 hanya beberapa minggu sebelum ulang tahunnya ke-100, menunjukkan bahwa kesederhanaan bukan sekadar gaya hidup, tetapi prinsip hidup. Bahkan ketika ia memiliki akses ke segala hal yang dapat dibeli uang, termasuk properti kelas atas, ia memilih tetap setia pada rumah lamanya. 

img_title Rahasia Hidup Sejahtera Warren Buffett, Miliarder Ini Ternyata Punya Kebiasaan Tak Biasa

Keputusan ini menggambarkan pandangan filosofisnya tentang kepemilikan, kenyamanan, serta bagaimana kekayaan semestinya tidak mengendalikan manusia.

Ya, Charlie Munger menghabiskan hampir 70 tahun tinggal di rumah Los Angeles yang sama, dan menurut The Wall Street Journal, rumah itu bahkan tidak memiliki air conditioning (AC). Selama gelombang panas ekstrem tiga tahun sebelum ia meninggal, teman-temannya sampai membawa kipas listrik dan kantong es untuk mendinginkan perpustakaannya.

img_title 8 Strategi Investasi Warren Buffett Saat Krisis Ekonomi, Berani Coba?

Padahal keputusannya bukan karena lupa atau tidak mampu. Sebagai miliarder dan salah satu investor paling dihormati, ia bisa saja tinggal di properti kelas dunia. Namun, The Journal melaporkan, bahwa ia memiliki sebuah rumah mewah dengan pemandangan laut di Montecito, California, yang spektakuler. 

Rumah tersebut berada di komunitas berpagar yang ia desain sendiri, hingga penduduk setempat menjulukinya “Mungerville.” Kepada seorang teman, Munger bahkan pernah berkata bahwa ia berharap bisa menghabiskan tahun-tahun terakhirnya di rumah itu.

Meski begitu, mansion tersebut justru jarang digunakan. Munger lebih memilih tinggal di rumah fungsional yang ia beli sekitar tahun 1953, tanpa renovasi besar selama puluhan tahun. Saat banyak miliarder membangun rumah bak istana, Munger tetap mendinginkan diri hanya dengan es dan kipas.

Dalam wawancara sebelumnya dengan CNBC yang ditayangkan setelah ia meninggal, Munger menjelaskan alasannya menolak gaya hidup para miliarder pada umumnya. Ia mengatakan bahwa ia dan Warren Buffett telah melihat banyak teman kaya mereka membangun rumah sangat mewah, dan hampir di setiap kasus, rumah itu membuat pemiliknya kurang bahagia, bukan lebih bahagia.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut