Nasib Lulusan Ilmu Komputer Masa Kini, Dulu Incaran Perusahaan Sekarang Makin Sulit Cari Kerja
- Pixabay/McElspeth
Jakarta, VoxPop – Di tengah gempuran teknologi baru dan banjior lulusan IT tiap tahun, banyak calon mahasiswa mulai bertanya: apakah jurusan IT dan ilmu komputer masih menjanjikan?
Selama ini jurusan tersebut dikenal sebagai jalur cepat menuju gaji tinggi dan karier prestisius di perusahaan teknologi global. Tapi, kondisi pasar ternyata mulai berubah, terutama setelah perkembangan AI yang sangat cepat dalam dua tahun terakhir.
Prospek Gaji Lulusan Ilmu Komputer
Selama bertahun-tahun, lulusan ilmu komputer dikenal sebagai salah satu kelompok dengan gaji awal tertinggi. Melansir dari Thrive, Kamis, 4 Desember 2025, data resmi pendidikan tinggi di Singapura menunjukkan lulusan bidang informasi dan teknologi digital mencatat median gaji bulanan sekitar S$5.600 pada 2024 atau hampir Rp72 juta, hanya kalah dari lulusan hukum.
Reputasinya sebagai jurusan yang “pasti cuan” semakin kuat saat perusahaan teknologi melakukan perekrutan besar-besaran selama masa pandemi.
Namun, setelah pasar tenaga kerja kembali stabil, tren tersebut mulai melambat. Perekrutan tidak lagi seagresif dulu dan peningkatan gaji terlihat mulai stagnan. Meski masih tergolong tinggi dibanding jurusan lain, kenaikannya tidak lagi secepat beberapa tahun lalu.
Kini Banyak Lulusan Ilmu Komputer Sulit Cari Kerja
Job Fair, Ribuan Pelamar Penuhi Stadion di GBK
- VoxPop.co.id/Ahmad Rizaluddin
Di balik citra glamor dunia teknologi, banyak fresh graduate ilmu komputer mengaku proses mencari pekerjaan kini jauh lebih sulit. Peluang kerja untuk posisi entry-level terlihat mengecil, sementara persaingan semakin ketat akibat membludaknya jumlah lulusan baru dari berbagai universitas sekaligus.
Beberapa perusahaan juga memperpanjang proses rekrutmen karena menerima ribuan lamaran untuk satu posisi. Kondisi ini membuat banyak mahasiswa tingkat akhir harus mengirim puluhan hingga ratusan lamaran sebelum mendapatkan panggilan.
Selain itu, data terbaru menunjukkan penurunan jumlah lulusan yang berhasil mendapatkan pekerjaan tetap dalam waktu cepat. Prosentasenya menurun stabil sejak 2022, sejalan dengan kondisi pasar global yang juga melambat.
AI Mengubah Permainan
Banyak orang berpikir AI akan menggantikan programmer, tetapi kenyataannya lebih kompleks. Perusahaan kini tidak hanya mencari kandidat yang bisa coding, tetapi yang mampu bekerja bersama AI.
