Bitcoin Kembali Kinclong, Indodax Tegaskan Sinyal Daya Beli Pasar Kuat

Vice President Indodax, Antony Kusuma.
Sumber :
  • Dokumentasi Indodax

Jakarta, VoxPop – Peningkatan kembali harga Bitcoin (BTC) ke level US$92.000 dinilai menunjukkan kuatnya daya beli pasar terhadap mata uang digital tersebut.

img_title Rumah BUMN Pertamina Perluas Akses Pasar hingga Dorong Digitalisasi UMKM di Sulawesi Tengah

Vice President Indodax Antony Kusuma mengatakan, harga Bitcoin (BTC) kembali naik dan menembus pada Selasa malam hingga Rabu pagi waktu Indonesia, setelah sebelumnya mengalami tekanan pasar yang memicu likuidasi lebih dari US$250 juta pada pekan lalu.

"Kenaikan ini didorong oleh menguatnya minat institusi keuangan global terhadap aset digital serta pemulihan sentimen pasar, setelah penurunan tajam akhir pekan lalu," ujar dia dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, 5 Desember 2025.

img_title Rupiah Terus Melemah ke Rp 18.106 Meski Pasar Mulai Optimis Penunjukan Destry Damayanti Gantikan Perry Warjiyo

Ia menjelaskan, beberapa keputusan strategis dari institusi besar menjadi katalis penting dalam penguatan harga Bitcoin kali ini.

"Penerimaan institusi besar menjadi faktor utama dalam kenaikan Bitcoin. Langkah Goldman Sachs, Vanguard, hingga Bank of America membuka akses lebih luas terhadap produk berbasis Bitcoin telah meningkatkan kepercayaan investor terhadap aset kripto," katanya lagi.

img_title Penjualan Semester I-2026 Naik 5,6 Persen, SIG Bidik Perluasan Pasar di Jawa Barat

Antony menambahkan pemulihan harga Bitcoin kali ini juga dipengaruhi oleh dinamika pasar jangka pendek. “Setelah terkoreksi ke area 83.800-84.000 dolar AS dan memicu likuidasi besar, pasar langsung menunjukkan minat beli yang kuat," ujarnya.

Volume perdagangan global meningkat signifikan dalam 24 jam, lanjutnya, rebound ini menunjukkan respons cepat pasar terhadap level support yang cukup kuat.

Sentimen makro turut memberi warna pada pergerakan harga. Berakhirnya program Quantitative Tightening (QT) pada Senin (1/12) oleh Federal Reserve (The Fed) juga menjadi salah satu katalis utama yang memperkuat likuiditas pasar.

The Fed menutup QT dengan menyuntikkan sekitar 13,5 miliar dolar AS melalui operasi repo harian, salah satu injeksi likuiditas terbesar sejak masa pandemi.

Menurut dia, peningkatan likuiditas ini biasanya mendukung aset berisiko, termasuk kripto, karena tekanan kebijakan moneter mulai mereda.

Saat ini, katanya lagi, pasar global tengah menanti keputusan The Fed pada pertemuan 9-10 Desember 2025 terhadap kebijakan pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin.

Ekspektasi terhadap kebijakan moneter yang lebih longgar secara historis menjadi pendorong utama minat terhadap aset berisiko termasuk Bitcoin.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut