Riset Sebut Manfaat Work From Home Bisa Setara Naik Gaji 15 Persen, Begini Penjelasannya
- Freepik
Yang menarik, manfaat ini bukan hanya karena mereka mengurangi waktu perjalanan. Analisis data memisahkan faktor commuting, sehingga peningkatan kesehatan mental lebih banyak berasal dari berkurangnya stres kerja, fleksibilitas lebih tinggi, serta kemampuan lebih baik dalam mengelola tanggung jawab rumah dan pekerjaan.
Sebuah studi sebelumnya juga menemukan hasil serupa, di mana model hybrid meningkatkan kepuasan kerja dan produktivitas.
Sebaliknya, laki-laki tidak menunjukkan perubahan berarti dalam kesehatan mental terkait bekerja dari rumah, baik positif maupun negatif. Peneliti menduga hal ini berkaitan dengan pola pembagian tugas rumah tangga yang masih cenderung timpang, serta fakta bahwa jaringan sosial dan pertemanan laki-laki sering kali terbentuk di tempat kerja, sehingga bekerja dari rumah tidak memberi manfaat emosional yang sama.
Hasil dari penelitian ini cukup jelas, yakni pekerja dengan kondisi mental lebih rentan adalah kelompok yang paling sensitif terhadap commute panjang dan paling diuntungkan dari pengaturan kerja fleksibel. Perempuan dengan kondisi mental kurang stabil mendapatkan dorongan kesejahteraan paling besar dari bekerja dari rumah, terutama model hybrid.
Sementara itu, laki-laki dengan kondisi mental buruk bisa merasa lebih baik jika waktu perjalanan mereka dikurangi. Bagi pekerja, studi ini menyarankan agar mereka lebih memperhatikan efek kombinasi waktu commute dan pola kerja terhadap kondisi mental pribadi.
