Rupiah Masuk Daftar, Ini 8 Mata Uang Terlemah di Dunia 2025

Ilustrasi mata uang Rupiah.
Sumber :
  • Pixabay/IqbalStock

Jakarta, VoxPop – Nilai tukar mata uang sering menjadi cermin kesehatan ekonomi suatu negara. Ketika mata uang melemah drastis terhadap dolar Amerika Serikat (AS), hal ini biasanya mencerminkan tantangan struktural, tekanan inflasi, atau ketidakstabilan politik yang memengaruhi kepercayaan pasar. 

img_title Bea Cukai Dinilai Sebagai Penjaga Perbatasan Ekonomi Indonesia

Meski begitu, negara-negara dengan mata uang lemah tetap bisa menjaga pertumbuhan ekonomi melalui strategi ekspor, investasi asing, dan reformasi jangka panjang.

Di tengah pergerakan pasar global yang dinamis, ada sejumlah mata uang yang nilainya tercatat sangat rendah dibanding dolar AS. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada perdagangan internasional, tetapi juga memengaruhi daya beli masyarakat domestik. 

img_title Rupiah Berpotensi Sentuh Rp18.300 per Dolar AS Pekan Depan, Pengamat Ungkap Penyebabnya

Melansir dari Times of India, Senin, 15 Desember 2025, berikut daftar mata uang yang masuk dalam kategori terlemah di dunia:

Ilustrasi uang Rupiah.

Photo :
  • pixabay.com/WonderfulBali
img_title Kepada Prabowo, Anindya Bakrie Tegaskan Kesiapan Dunia Usaha Bantu Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional

1. Lebanese Pound (LBP)

Pound Lebanon menempati posisi teratas sebagai mata uang terlemah dunia. Krisis ekonomi berkepanjangan, hiperinflasi, dan instabilitas politik membuat nilai tukar LBP anjlok tajam dalam beberapa tahun terakhir.

2. Uzbekistani Som (UZS)

Som Uzbekistan memiliki denominasi yang sangat besar terhadap dolar AS. Meski pemerintah telah melakukan berbagai reformasi ekonomi, nilai tukar UZS masih tergolong lemah di pasar global.

3. Guinean Franc (GNF)

Franc Guinea tetap termasuk mata uang lemah karena ketergantungan ekonomi pada sektor pertambangan serta ketidakpastian politik yang memengaruhi stabilitas ekonomi negara tersebut.

4. Paraguayan Guarani (PYG)

Guarani Paraguay merupakan salah satu mata uang terlemah di Amerika Latin. Struktur ekonomi yang bergantung pada sektor pertanian dan ekspor komoditas menjadi salah satu faktor utama pelemahan.

5. Vietnamese Dong (VND)

Dong Vietnam dikenal memiliki denominasi yang sangat tinggi terhadap dolar AS. Meski perekonomian Vietnam tumbuh pesat beberapa tahun terakhir, nilai nominal mata uangnya masih tergolong rendah.

6. Laotian Kip (LAK)

Kip Laos masuk dalam jajaran mata uang lemah karena ukuran ekonomi yang relatif kecil, keterbatasan ekspor, serta tekanan inflasi domestik.

7. Indonesian Rupiah (IDR)

Rupiah Indonesia juga termasuk dalam daftar mata uang dengan nilai tukar rendah terhadap dolar AS. Faktor eksternal, seperti pergerakan dolar global dan sentimen pasar, turut memengaruhi pergerakan rupiah.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut