Makin Banyak Pengangguran Gara-gara AI Gantikan Pekerja Manusia? Ini Riset Terbarunya

Ilustrasi robot dan manusia bekerja bersama
Sumber :
  • Freepik

“Meski AI mungkin mulai mengubah alur kerja, perannya dalam menjelaskan perlambatan pertumbuhan pekerjaan baru-baru ini terlalu dibesar-besarkan,” tulis Vanguard dalam analisanya.

img_title Xpeng Pamer Teknologi AI Lewat X9 dan G6 Pro AWD

Meski data saat ini relatif menenangkan, peringatan keras dari para pemimpin industri AI tetap bermunculan. CEO Anthropic, Dario Amodei, bahkan memperingatkan bahwa AI berpotensi menghilangkan setengah pekerjaan entry-level di sektor kerah putih.

“Sangat mengerikan melihat sejauh mana publik dan politisi, saya rasa, belum sepenuhnya menyadari apa yang sedang terjadi,” kata Amodei. “Kita harus bertindak sekarang. Kita tidak bisa hanya berjalan sambil tidur menuju situasi ini.”

img_title 10 Keunggulan Aplikasi AI dalam Dunia Kerja, Dari Menyusun Strategi hingga Membantu Pengambilan Keputusan Lebih Cepat

Laporan Federal Reserve juga mencatat bahwa beberapa perusahaan mulai memangkas posisi entry level atau menahan perekrutan karena AI membuat karyawan yang ada lebih produktif. Salah satu produsen bahkan memangkas staf kantor hingga 15 persen dengan mengandalkan otomatisasi.

“Banyak narasumber mencatat bahwa bahkan penerapan AI dalam skala kecil memungkinkan mereka tidak mengisi kembali posisi kosong atau melewati rekrutmen lulusan baru,” tulis The Philadelphia Fed.

img_title 3 Aplikasi AI Terbaru Hadir dengan Kemampuan Multimodal, Saat Teks, Gambar, Audio, dan Video Menyatu dalam Satu Platform

Namun Vanguard menemukan bahwa tekanan AI belum terlihat signifikan pada pekerja muda. Data internal Vanguard atas lima juta peserta program pensiun 401(k) menunjukkan bahwa proporsi pekerja usia 21–25 tahun masih relatif tinggi.

Beberapa pemimpin teknologi juga menolak narasi pesimistis. Presiden Cisco, Jeetu Patel, menyebut menolak merekrut pekerja pemula karena AI sebagai kesalahan fatal. P“Hal paling bodoh yang bisa dilakukan perusahaan dalam jangka panjang adalah menolak merekrut pekerja entry-level karena AI,” kata Patel. 

Sementara itu, menurut Schickling, salah satu alasan AI belum mengguncang pasar kerja adalah keterbatasan teknologinya sendiri. “Saya terus-menerus terkejut dan kagum dengan kemampuan AI, tapi juga dengan betapa seringnya model-model ini salah,” ujarnya. “Jelas AI masih memiliki keterbatasan.”

Meski begitu, ia mengakui risiko tetap ada. Vanguard memprediksi profesi seperti layanan pelanggan, data scientist, paralegal, hingga ekonom berpotensi menghadapi penurunan permintaan tenaga manusia jika AI terus berkembang pesat. “Jika model terus berkembang secara eksponensial, itu bisa menjadi ancaman yang lebih besar,” kata Schickling.

Ilustrasi teknologi/monitoring/main komputer

Teknologi Ubah Wajah Pertahanan Modern, Ruang Digital Kini Jadi Medan Strategis Baru

Perkembangan teknologi sekarang ini mengubah sistem pertahanan modern. Ruang digital kini menjadi medan strategis baru menghadapi perang siber dan disinformasi.

img_title
VoxPop.co.id
4 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut