Apa Itu Microcredential? Rahasia Gen Z Cepat Dapat Kerja di 2026

Ilustrasi melamar kerja.
Sumber :
  • freepik.com/yanalya

Jakarta, VoxPop – Mendapatkan pekerjaan di tengah ketidakpastian ekonomi bukanlah hal yang mudah, terutama bagi generasi muda. Sepanjang 2025, banyak perusahaan yang masih menyesuaikan diri dengan adopsi teknologi baru seperti AI dan tantangan kebijakan seperti tarif dan perubahan suku bunga. 

img_title 5 Alasan Mitsubishi New Xforce HEV Layak Dilirik sebelum Membeli SUV Hybrid

Kondisi ini tentu memengaruhi pasar kerja, terutama bagi pekerja muda yang baru memasuki dunia profesional.

Bagi Gen Z atau para pencari kerja berusia 13 hingga 28 tahun, tantangan ini terasa lebih nyata. Menurut catatan Oxford Economics pada November 2025, kelompok usia 16–19 tahun menghadapi tingkat pengangguran sekitar 14 persen, sementara usia 19–24 tahun rata-rata mencapai 9 persen. 

img_title Mitsubishi New Xforce HEV Meluncur, Seberapa Irit dan Nyaman untuk Mobilitas Harian?

Hal ini jauh di atas tingkat pengangguran nasional Amerika Serikat yang berada di sekitar 4 persen. Pendidikan juga menjadi faktor penting, di mana lulusan perguruan tinggi memiliki peluang lebih besar untuk diterima bekerja, meski perbedaan dengan lulusan SMA tidak terlalu besar.

Terkait ini, tren “microcredentials” kini menjadi jawaban bagi pencari kerja muda. Microcredential sendiri merupakan sertifikat profesional berskala kecil yang menunjukkan bahwa seseorang telah menguasai keterampilan atau pengetahuan spesifik di bidang tertentu. 

img_title Mengenal Inovasi Riset TRWP dari Dunlop, Teknologi Ban Tahan Aus

Berbeda dengan gelar tradisional yang memakan waktu bertahun-tahun, microcredential biasanya dapat diselesaikan dalam waktu singkat dan fokus pada kompetensi yang langsung relevan dengan pekerjaan. Sertifikat ini dirancang untuk meningkatkan daya saing pencari kerja dengan membuktikan komitmen mereka pada pembelajaran berkelanjutan, terutama di sektor yang cepat berubah seperti teknologi, AI, dan manajemen proyek.

Coursera, platform pembelajaran senilai US$1,3 miliar atau setara Rp21,71 triliun, mencatat bahwa lebih dari 90 persen perusahaan lebih memilih kandidat yang memiliki microcredential di CV mereka.

Tips Cara lolos Interview kerja dengan mudah

Photo :
  • vstory

Menurut CEO Coursera, Greg Hart, program paling populer berfokus pada teknologi, khususnya AI. Beberapa sertifikat yang menonjol berasal dari Google, seperti Foundations of Data Science dan program analitik Data, Data, Everywhere. Sertifikat manajemen proyek Google serta kursus Foundations of Cybersecurity juga banyak diminati.

Laporan Jobs Skills Coursera 2025 menemukan bahwa prioritas perusahaan sejalan dengan keterampilan yang dikembangkan individu. GenAI dan teknologi HR menjadi yang paling dicari, diikuti keterampilan lunak seperti ketegasan dan komunikasi dengan pemangku kepentingan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut