Tak Biasa! Bitcoin Gagal Reli Pasca-Halving, Siklus 4 Tahunan Terputus Setelah 14 Tahun

Bitcoin.
Sumber :
  • Dok. Istimewa

Jakarta, VoxPop – Di awal tahun 2026, invetor terguncang karena Bitcoin menunjukkan pergerakan yang tidak biasa. Untuk pertama kali selama lebih dari 14 tahun, Bitcoin gagal reli di akhir tahun yang identik dengan siklus empat tahunan (halving).

img_title Investasi Bitcoin vs Emas, Mana yang Bikin Cepat Kaya? Begini Perbandingan Keuntungan dan Risikonya

Pada kuartal IV-2025, harga Bitcoin anjlok hampir 28 persen. Ini menandai tahun pasca-halving pertama yang berakhir dengan kinerja negatif.

Selama lebih dari satu dekade, Bitcoin bergerak dalam ritme yang relatif konsisten. Siklus halving biasanya ditutup menguat, disusul reli lebih besar pada tahun berikutnya, sebelum akhirnya mencapai puncak dan mengalami koreksi tajam. 

img_title ETF Bitcoin Masuk US$75,7 Juta Pertengahan Juli 2026, Pertanada Apa?

Pola reli kua terlihat jelas pada siklus 2013, 2017, dan 2021 dan 'hilang' pada tahun 2025. Perubahan pola ini tidak serta-merta mencerminkan pelemahan fundamental. 

Bitcoin

Photo :
  • Freepik
img_title Mengapa Harga Bitcoin Bisa Anjlok Mendadak? Intip Cara Baca Indikator RSI

Dikutip dari CoinPedia pada Minggu, 4 Januari 2026, pergeraka anomali mencerminkan pasar Bitcoin yang semakin matang. Kehadiran investor institusional, produk ETF spot, serta likuiditas yang lebih dalam membuat pergerakan Bitcoin kini lebih dipengaruhi kondisi ekonomi global ketimbang euforia halving semata.

Memasuki tahun 2026, data on-chain mengirimkan sinyal menarik. Invetor besar atau disebut paus (whale) mulai kembali menambah kepemilikan setelah beberapa pekan aktivitas yang relatif sepi. 

Data yang dibagikan trader kripto Crypto Rover menunjukkan peningkatan kepemilikan para paus, yakni lebih dari 1.000 keping BTC. Tren 30 hari berbalik naik, mengindikasikan akumulasi baru pada level harga saat ini.

Di saat yang sama, jumlah Bitcoin yang tersimpan di bursa terus menurun seiring sikap investor cenderung menahan Bitcoin. Kondisi ini secara historis kerap muncul menjelang fase reli karena pasokan yang tersedia di pasar semakin terbatas.

Dari sisi teknikal, pergerakan harga Bitcoin masih cenderung mendatar dalam lebih dari satu bulan terakhir. Harga terjebak dalam rentang sempit dengan area resistensi kuat di sekitar US$100.000 dan dukungan utama di kisaran US$84.000. 

Level US$100.000 dinilai krusial bagi pergerakan Bitcoin. Sebelumnya menjadi batas bawah area rekor tertinggi sehingga berpotensi kembali memicu tekanan jual jika diuji.

Di sisi bawah, area US$74.500 dipandang sebagai dukungan bulanan penting. Jika level ini jebol, sebagian analis memperkirakan Bitcoin berpotensi membentuk dasar yang lebih dalam hingga mendekati US$40.000 pada 2026.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut