Pidato Prabowo di WEF Dinilai Kasih Sinyal Positif ke Investor, Intip PR Pemerintah

Presiden RI Prabowo Subianto dalam ajang World Economic Forum (WEF) 2026 Davos
Sumber :
  • Tim Media Presiden

Jakarta, VoxPop – Pidato Presiden Prabowo Subianto yang mengusung konsep 'Prabowonomics' di Forum Ekonomi Dunia (WEF) 2026 di Davos, Swiss, mengisyaratkan sinyal positif bagi calon investor dan investor internasional tentang Indonesia.

img_title OJK: Investor Pasar Modal Tumbuh 47,63 Persen Capai 30,06 Juta SID

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal mengatakan, yang lebih menjadi pekerjaan rumah sebetulnya dalam diplomasi ini adalah untuk menarik kepercayaan daripada dunia luar termasuk investor asing.

"Jadi dengan pidato ini paling tidak Prabowo harus bisa menyampaikan pesan-pesan positif untuk menaikkan optimisme,” kata Faisal di Jakarta, Jumat, 23 Januari 2026.

img_title Dana Asing Berbalik Positif, OJK Catat Net Buy Rp 1,62 Triliun Sepanjang Juli 2026

Menurut Faisal, hal tersebut sangat vital mengingat adanya potensi kekhawatiran terhadap langkah-langkah kebijakan Presiden Prabowo, termasuk target pertumbuhan ekonomi yang sangat tinggi.

“Nah, jadi dengan begitu maka Pak Presiden memang mesti harus menyampaikan sinyal-sinyal yang lebih positif, ya,” ujar dia.

img_title Prabowo Antar Langsung Kepulangan PM Anutin dari Lanud Halim

Namun, pada saat yang sama, Faisal menilai pemerintah juga harus mampu untuk melakukan implementasi dari paparan tersebut secara konkret di lapangan. Baik dalam kebijakan, program, hingga strategi jangka menengah dan panjang untuk meraih target yang dicanangkan.

“Karena bagaimana pun, investor dan juga dunia luar pada umumnya itu melihat langkah yang diambil efektivitasnya, bukan apa saja yang disampaikan,“ katanya.

Terlebih, Faisal mengatakan, Global Competitiveness Index Indonesia pada tahun lalu mengalami penurunan 13 peringkat, yang salah satu penyebab utamanya adalah dari indikator persepsi terhadap efisiensi pemerintah (government efficiency) dan efisiensi bisnis (business efficiency).

“Nah, jadi ada kekhawatiran atau pertanyaan dari para investor dan dunia luar terhadap gap antara apa yang disampaikan dan apa yang dilakukan,” ujar Faisal.

“Jadi artinya, (yang penting saat ini) adalah bagaimana mewujudkan, merealisasikan, membuktikan apa yang dibicarakan dengan apa yang nanti dijalankan. Gap ini seringkali besar, ya, antara komitmen dengan implementasi. Jadi itu catatan saya,” katanya menambahkan. (Ant)

Kadin pusat dan daerah se-Indonesia bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara

Kadin Kalteng Dukung Prabowo Pangkas BUMN Bermasalah: Bawa Angin Segar Iklim Investasi

Kadin Kalteng menilai kebijakan memangkas ribuan BUMN menjadi angka ideal berkisar 250 hingga 300 perusahaan akan mencatatkan sejarah manis bagi kepemimpinan nasional.

img_title
VoxPop.co.id
4 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut