Bos OJK Beberkan Langkah Penyesuaian Aturan Baru Free Float Sesuai Ketentuan MSCI

Konferensi pers OJK dan SRO Pasar Modal di Gedung BEI, Jakarta
Sumber :
  • [Mohammad Yudha Prasetya]

Jakarta, VoxPop – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar memastikan, pihaknya bakal segera merespons masukan dari Morgan Stanley Capital International (MSCI), terkait dengan penilaian free float saham di pasar modal Indonesia.

img_title Mengenal Sistem Asuransi Digital di Indonesia, Cara Kerja, Aturan Resmi, hingga Perkembangannya

Dia mengatakan, OJK bersama Self-Regulatory Organizations (SRO) akan melakukan sejumlah langkah penyesuaian, guna memenuhi kebutuhan dan metodologi MSCI.

"Penyesuaian ini sedang dikaji oleh MSCI. Dari hasil penilaiannya nanti, kami akan melakukan perbaikan lanjutan sampai nantinya bisa diterima oleh MSCI," kata Mahendra di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis, 29 Januari 2026.

img_title IHSG Ditutup Melesat 1,56 Persen ke Level 6.186 Hari Ini!

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar

Photo :
  • Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden

Dia pun membeberkan sejumlah langkah yang bakal dilakukan OJK bersama SRO. Pertama yakni bahwa OJK akan menindaklanjuti proposal penyesuaian data free float, yang sebelumnya telah dipublikasikan oleh BEI dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

img_title Raup Rp 2,4 Triliun dari Penerbitan Samurai Bond di Jepang, Surge & Weave Perluas Jaringan FTTH

Sejumlah penyesuaian itu misalnya seperti mengecualikan investor dalam kategori korporasi dan others dalam perhitungan free float, serta memublikasikan kepemilikan saham di atas dan di bawah 5 persen untuk setiap kategori investor.

Langkah kedua, Mahendra memastikan bahwa OJK bakal memenuhi permintaan tambahan MSCI, terkait penyediaan informasi kepemilikan saham di bawah 5 persen yang disertai kategori investor dan struktur kepemilikannya. Menurutnya, upaya penyempurnaan ini bakal mengacu pada best practice internasional, supaya aspek transparansi dan keterbandingan data Indonesia sejajar dengan pasar global.

Kemudian langkah ketiga, lanjut Mahendra, SRO akan menerbitkan aturan mengenai free float minimum sebesar 15 persen dalam waktu dekat, dengan prinsip transparansi yang kuat.

Nantinya, apabila ada emiten atau perusahaan publik yang tidak dapat memenuhi ketentuan dalam jangka waktu yang ditetapkan, maka akan diterapkan exit policy melalui proses pengawasan yang terukur dan akuntabel.

Mahendra pun menargetkan bahwa sejumlah langkah yang akan dilakukan oleh pihaknya bersama SRO ini, nantinya akan memperkuat transparansi kepemilikan saham dan kepastian metodologi free float.

"Dalam upaya menjaga daya tarik pasar modal Indonesia di mata investor internasional, di tengah dinamika evaluasi indeks global saat ini," ujarnya.

Ilustrasi emas

Di Tengah Gejolak Geopolitik, Emas Diprediksi Tetap Jadi Primadona Investor

Di tengah berbagai ketidakpastian tersebut, permintaan emas global tetap menunjukkan ketahanan. Ibrahim mengutip data World Gold Council (WGC) yang mencatat permintaan em

img_title
VoxPop.co.id
2 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut