Amazon Kembali PHK Massal 16.000 Karyawan di Seluruh Dunia, Mayoritas Terdampak di AS

Ilustrasi kantor Amazon
Sumber :
  • Amazon

Jakarta, VoxPop – Badai pemutusan hubungan kerja (PHK) masih terus terjadi di perusahaan besar. Raksasa teknologi dan ritel Amerika Serikat (AS), Amazon, mengumukan rencana pemangkasan karyawan terbesar yang pernah dilakukan sejak tahun 2023.

img_title Membongkar 3 Smartwatch Terbaik 2026, Ketika Performa, Kesehatan, dan Produktivitas Menjadi Satu Kesatuan

Perusahaan milik Jeff Bezos berencana memecat sekitar 16.000 karyawan secara global. Sebagian besar karyawan yang terdampak berasal dari Amerika Serikat dan sejumlah posisi yang dipangkas diisi oleh pekerja asal Inggris. Namun, perusahaan tidak merinci jumlah karyawan di Inggris yang terkena dampak kebijakan tersebut.

Senior Vice President of People Experience and Technology Amazon, Beth Galetti, menyatakan langkah ini merupakan bagian dari restrukturisasi organisasi yang telah direncanakan sejak tahun lalu. Beberapa bulan lalu, Amazon telah memangkas sekitar 14.000 karyawan. 

img_title Transformasi dan Inovasi Teknologi Makin Pesat, Investasi Modern Lewat AI & Riset Jadi Tren Baru

“Seperti yang saya sampaikan pada Oktober lalu, kami terus berupaya memperkuat organisasi dengan mengurangi lapisan manajemen, meningkatkan rasa kepemilikan, dan menghilangkan birokrasi,” ujar Galetti dikutip dari Independet pada Jumat, 31 Januari 2026.

Ilustrasi PHK

Photo :
  • Freepik
img_title Teknologi Ubah Wajah Pertahanan Modern, Ruang Digital Kini Jadi Medan Strategis Baru

Galetti menegaskan, pemangkasan ini bukan pola berulang yang akan terus dilakukan secara berkala. PHK massal ini bagian dari upaya merampingkan struktur organisasi dan meningkatkan efisiensi operasional.

“Pengurangan besar setiap beberapa bulan. Itu bukan rencana kami,” tegasnya.

Amazon memberikan waktu 90 hari bagi karyawan terdampak PHK yang berkantor di AS untuk mencari posisi baru di internal perusahaan maupun pekerjaan baru di luar. Sementara karyawan yang tidak mendapatkan peran baru atau memilih keluar, Amazon menyiapkan pesangon, layanan penempatan kerja, serta manfaat asuransi kesehatan.

PHK kali ini menjadi yang terbesar sejak 2023, di mana Amazon memangkas sekitar 27.000 karyawan di berbagai divisi. Langkah efisiensi ini sejalan dengan strategi jangka panjang perusahaan yang semakin agresif mengadopsi kecerdasan buatan (AI).

Presiden Amazon, Andy Jassy, menyampaikan jumlah tenaga kerja perusahaan akan terus berkurang dalam beberapa tahun ke depan. Penyusutan ini seiring meningkatnya pemanfaatan AI untuk berbagai fungsi bisnis.

Hingga akhir September 2025, Amazon mempekerjakan sekitar 1,57 juta orang secara global. Sekitar 350.000 di antaranya berada di lini korporasi, sementara mayoritas karyawan bekerja di gudang dan operasional logistik dan mempekerjakan sekitar 75.000 orang di kantor Inggris.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut