Mega Merger Elon Musk

Elon Musk resmi meluncurkan layanan internet Satelit Starlink di Denpasar, Bali, Minggu, 19 Mei 2024.
Sumber :
  • (AP Photo/Firdia Lisnawati)

Jakarta, VoxPopElon Musk sedang mempertimbangkan untuk menggabungkan kerajaan bisnisnya. Ada tiga yang berpotensi yaitu SpaceX, Tesla, dan xAI.

img_title JustMarkets Hadirkan Trading Saham SpaceX untuk Klien di Paltformnya

Dua opsi utama sedang dibahas: kerja sama SpaceX dan Tesla, atau penggabungan atau merger antara perusahaan antariksa tersebut dengan perusahaan kecerdasan buatan milik Musk, xAI.

Skenario-skenario ini dipandang sebagai upaya memajukan visi jangka panjang Elon Musk untuk SpaceX, termasuk pusat data (data center) berbasis ruang angkasa untuk komputasi AI tingkat lanjut.

img_title Elon Musk Bongkar Skenario Mengerikan Soal Ancaman AI

Infrastruktur semacam itu dapat memberi xAI akses ke daya pemrosesan yang sangat besar, meningkatkan daya saingnya terhadap para pesaing seperti OpenAI dan Google, seperti dikutip dari situs Russia Today, Senin, 2 Februari 2026.

Penggabungan dengan xAI juga dipandang sebagai cara untuk mengubah SpaceX – yang sudah menjadi penyedia utama peluncuran satelit militer dan intelijen serta memegang banyak kontrak keamanan nasional dengan pemerintah Amerika Serikat (AS) – menjadi perusahaan yang lebih besar dan lebih terdiversifikasi menjelang IPO yang direncanakan pada 2026.

img_title Segini Depresiasi Mobil Listrik Tesla Model Y

Merger SpaceX dan Tesla justru dapat menggunakan teknologi penyimpanan energi Tesla untuk memberi daya pada pusat data orbital dengan energi surya, dan Musk telah mengusulkan untuk mengerahkan robot Optimus Tesla ke Bulan dan Mars melalui Roket Starship.

Elon Musk sebelumnya telah mengisyaratkan integrasi yang lebih erat di seluruh perusahaannya. Dalam sebuah unggahan di X pada November 2025, ia menulis bahwa bisnisnya "cenderung menuju konvergensi," yang memicu spekulasi apakah ia mengisyaratkan kolaborasi yang lebih dalam atau potensi merger.

Para analis masih terpecah pendapat mengenai prospeknya. Sebagian besar melihat merger SpaceX dan xAI sebagai lebih realistis karena sinergi teknologi yang lebih jelas, sementara kesepakatan SpaceX dan Tesla secara luas dianggap tidak mungkin mengingat hambatan regulasi, tata kelola, dan struktural.

Namun, investor modal ventura Chamath Palihapitiya memuji gagasan tersebut. Ia mengatakan bahwa merger SpaceX dan Tesla akan menciptakan "Berkshire Hathaway abad modern," dengan mengutip efisiensi penggalangan modal dan operasional.

Tesla telah menghadapi tahun yang penuh tantangan. Perusahaan tersebut melaporkan penurunan pendapatan tahunan pertamanya pada 2025 di tengah melambatnya permintaan kendaraan dan meningkatnya persaingan, meskipun sahamnya menunjukkan kenaikan yang moderat.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut