Jepang Berhasil Ambil Logam Tanah Jarang dari Kedalaman 6.000 Meter

PM Jepang Sanae Takaichi berjabat tangan dengan Presiden China Xi Jinping.
Sumber :
  • Xinhua

Jakarta, VoxPop - Sedimen yang mengandung unsur logam tanah jarang (rare Earth) berhasil diambil dari kedalaman laut 6.000 meter dalam misi uji coba Jepang, sebagai upaya untuk mengurangi ketergantungan pada China untuk mineral berharga tersebut.

img_title Jepang Turunkan Pemain Bintang di Asian Games 2026, Timnas Voli Putri Indonesia Wajib Waspada

Jepang mengatakan misi tersebut merupakan upaya pertama di dunia untuk mengeksploitasi unsur tanah jarang di dasar laut pada kedalaman seperti itu.

"Rinciannya akan dianalisis, termasuk berapa banyak unsur tanah jarang yang terkandung dalam sampel tersebut," kata Juru Bicara Pemerintah Jepang, Kei Sato, seperti dikutip dari situs CNA, Senin, 2 Februari 2026.

img_title Ketum PSSI: China Ikut Berebut Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup

Sampel tersebut dikumpulkan oleh kapal pengeboran ilmiah laut dalam bernama Chikyu yang berlayar bulan lalu menuju pulau terpencil Minami Torishima di Pasifik, di mana perairan sekitarnya diyakini mengandung banyak sekali mineral berharga.

Hal ini terjadi ketika China - pemasok logam tanah jarang terbesar di dunia - meningkatkan tekanan pada negara tetangganya setelah Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengisyaratkan pada November 2025 bahwa Tokyo mungkin akan bereaksi secara militer terhadap serangan terhadap Taiwan, yang telah diikrarkan Beijing untuk direbut kendalinya dengan kekerasan jika perlu.

img_title Intelijen AS Sebut China 'Miliki' Data 220 Juta Pemilih Pemilu

Beijing telah memblokir ekspor barang "penggunaan ganda" ke Jepang yang berpotensi memiliki kegunaan militer, sehingga memicu kekhawatiran di Jepang bahwa Beijing dapat mencekik pasokan logam tanah jarang, yang beberapa di antaranya termasuk dalam daftar barang penggunaan ganda China.

Logam tanah jarang - 17 logam yang sulit diekstraksi dari kerak Bumi - digunakan dalam segala hal, mulai dari kendaraan listrik hingga hard drive, turbin angin, dan rudal.

Kawasan di sekitar Minami Torishima, yang berada di perairan ekonomi Jepang, diperkirakan mengandung lebih dari 14,5 juta ton logam tanah jarang, merupakan cadangan terbesar ketiga di dunia.

Endapan kaya ini diperkirakan mengandung cadangan disprosium selama 730 tahun, yang digunakan dalam magnet berkekuatan tinggi di telepon dan mobil listrik, dan cadangan yttrium selama 780 tahun, yang digunakan dalam laser.

Beijing telah lama menggunakan dominasinya dalam logam tanah jarang untuk mendapatkan pengaruh geopolitik, termasuk dalam perang dagangnya dengan pemerintahan Presiden AS Donald Trump. Menurut Badan Energi Internasional, China menyumbang hampir dua pertiga dari produksi penambangan logam tanah jarang dan 92 persen dari produksi olahan global.

Bendera China.

3 Hal Ini Jadi Sorotan China dalam Tantangan Tata Kelola Iklim Global

China menyoroti tiga tantangan utama tata kelola iklim global, yaitu rivalitas geopolitik, kekosongan kepemimpinan dan beban ganda yang dihadapi negara berkembang

img_title
VoxPop.co.id
1 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut