Demi Mega Proyek AI, Oracle Dikabarkan Siap PHK 30.000 Karyawan

Oracle.
Sumber :
  • Times of India

Jakarta, VoxPop – Raksasa teknologi Oracle dilaporkan tengah menimbang langkah besar yang berpotensi mengguncang industri teknologi global. Perusahaan berbasis di Texas itu disebut mempertimbangkan pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam skala besar, demi mengamankan pendanaan ekspansi pusat data kecerdasan buatan atau AI data centre. 

img_title 3 Aplikasi AI untuk Transkrip Video 2026, Ketika Editing dan Dokumentasi Menjadi Lebih Efisien

Langkah ini muncul di tengah tekanan pembiayaan serta mundurnya sejumlah bank Amerika Serikat dari proyek ambisius tersebut.

Oracle sebelumnya diketahui bekerja sama dengan OpenAI, SoftBank, dan sejumlah pihak lain dalam The Stargate Project, inisiatif besar yang ditujukan untuk membangun infrastruktur AI di Amerika Serikat maupun secara global. Namun, realisasi proyek berskala raksasa itu kini disebut menghadapi tantangan serius dari sisi pendanaan.

img_title HP Android Sedang Mengalami Revolusi Besar, AI Menjadi Alasan Utama Banyak Orang Mulai Upgrade Smartphone

Berdasarkan laporan yang mengutip data riset bank investasi TD Cowen, Oracle dikabarkan berencana memangkas antara 20.000 hingga 30.000 pekerjaan. Langkah efisiensi ini dinilai sebagai upaya untuk membebaskan arus kas perusahaan. 

"Pemangkasan tenaga kerja dalam skala tersebut diperkirakan dapat menghasilkan dana segar antara US$8 miliar atau setara Rp133,6 triliun hingga US$10 miliar atau setara Rp167 triliun," demikian tulis laporan tersebut sebagaimana dikutip dari Gadgets360, Rabu, 4 Februari 2026.

img_title AI Mulai Masuk Pasar Mobil Bekas, Apa Untungnya Buat Konsumen?

Meski begitu, angka tersebut disebut masih belum mencukupi untuk membiayai ekspansi besar-besaran pusat data AI. Karena itu, Oracle juga dilaporkan mempertimbangkan penjualan sebagian unit bisnisnya. 

Salah satu yang berpotensi dilepas adalah unit perangkat lunak kesehatan Cerner. Sebagai catatan, Oracle mengakuisisi Cerner pada 2022 dengan nilai US$28,3 miliar atau setara sekitar Rp472,61 triliun.

Riset TD Cowen yang dikutip menyebutkan beberapa bank besar di AS telah mundur dari rencana pendanaan proyek data center Oracle. Investor disebut meragukan kemampuan perusahaan dalam membiayai pembangunan infrastruktur skala raksasa sambil tetap menjaga keberlanjutan operasional bisnisnya.

Berdasarkan komitmen infrastruktur Oracle saat ini, termasuk keterlibatan dalam The Stargate Project, perusahaan dilaporkan membutuhkan belanja modal sebesar US$156 miliar atau setara Rp2.605,2 triliun. Nilai ini menunjukkan betapa besarnya kebutuhan dana yang harus dipenuhi untuk membangun fondasi AI generasi berikutnya.

Laporan tersebut juga menyebut Oracle telah lebih dulu menghimpun dana besar dari pasar utang dan kini dinilai kesulitan menambah pinjaman baru. Biaya pinjaman yang meningkat, ikut menghambat negosiasi sewa pusat data dengan operator swasta, menambah hambatan dalam ekspansi.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut