Teknologi Digital Jadi Kunci Integrasi 57 Juta UMKM ke Ekosistem Perdagangan Digital

Menteri UMKM Maman Abdurrahman
Sumber :

Jakarta, VoxPop – Transformasi digital makin menempati posisi penting dalam arah pengembangan ekonomi, khususnya saat berbagai pihak berupaya memperluas akses pasar dan layanan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Skala UMKM yang mencapai puluhan juta unit, membuat pendekatan konvensional sulit menjangkau kebutuhan pendampingan, pembiayaan, hingga integrasi data secara merata. 

img_title Rumah BUMN Pertamina Perluas Akses Pasar hingga Dorong Digitalisasi UMKM di Sulawesi Tengah

Karena itu, pemanfaatan sistem digital terintegrasi mulai diposisikan sebagai solusi struktural.

Terkait dengan itu, pemangku kepentingan ekosistem digital memperkenalkan Indonesia Open Network (ION) sebagai rancangan infrastruktur perdagangan digital terbuka. Inisiatif ini muncul dalam rangkaian forum ekonomi yang mengangkat tema penguatan ekosistem perdagangan digital inklusif dan mempertemukan unsur kementerian, asosiasi usaha, pelaku industri teknologi, serta mitra internasional.

img_title IFW 2026, Pertamina Patra Niaga Perkuat Akses Pasar UMKM Binaan

Pengembang ION merancang jaringan ini sebagai model Digital Public Infrastructure (DPI) yang terbuka dan interoperabel. Mereka menyiapkan sistem yang menghubungkan aplikasi pembeli, sistem penjual, logistik, pembayaran, serta layanan digital pendukung melalui protokol bersama. 

Model ini tidak menempatkan satu platform sebagai pusat, melainkan membangun lapisan jaringan netral yang memungkinkan berbagai aplikasi dan layanan saling terhubung.

img_title 5 HP Murah yang Cocok untuk UMKM, Baterai Awet dan Performa Stabil untuk Mendukung Jualan Seharian

Inisiatif ini berjalan seiring dengan pengembangan Sapa UMKM, sistem layanan terpadu yang dirancang sebagai pusat informasi dan akses layanan bagi pelaku usaha. Menteri Koperasi dan UKM, Maman Abdurrahman, menilai skala UMKM nasional menuntut pendekatan berbasis teknologi. 

"Bagaimana saya sebagai Menteri UMKM, saya mau mengurusi ada 50 jutaan usaha mikro di Indonesia. Apakah dengan metode konvensional itu bisa? Nggak mungkin bisa. Kalau ada yang bilang bahwa Kementerian UMKM mampu mengurusi 50 jutaan usaha mikro di Indonesia, saya pikir itu bohong," kata Maman di acara Konferensi Pers 12th Annual Indonesia Economic Forum (IEF) 2026 sekaligus Curtain Raiser ION, di Jakarta, Kamis, 5 Februari 2026.

"Satu-satunya cara adalah dengan mengoptimalkan dan memanfaatkan teknologi digital," sambungnya. 

Ia menambahkan bahwa sistem digital akan berfungsi sebagai pintu layanan terpadu. "Jadi, teknologi digital inilah yang nanti akan menjadi pelayanan satu pintu, servis kepada seluruh usaha mikro, kecil, menengah kita di Indonesia. Alhamdulillah, negara India sudah memulainya, dan saya pikir ini bisa menjadi kolaborasi dan sharing knowledge di antara kita dan mereka," paparnya. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut